Suara.com - Pemerintah menyediakan fasilitas trotoar bagi pejalan kaki. Namun, masih banyak pengendara motor yang tak disiplin, kerap melintas atau parkir sembarangan di trotoar.
Pemotor melintas di trotoar karena alasan jalanan macet. Padahal, aksi tersebut jelas merupakan bentuk pelanggaran dan perampasan hak pejalan kaki.
Puncaknya, pada Juni lalu, dua orang pengendara sepeda motor mengamuk saat aksi Koalisi Pejalan Kaki berlangsung di trotoar kawasan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.
Mereka pantas disebut sebagai pejuang trotar. Rela diamuk pemotor, untuk mendapatkan haknya menggunakan trotoar.
Dan berikut ini adalah aksi heroik para pejuang yang meminta haknya menggunakan trotoar.
1.Aksi Alfini
Pada Mei 2016, seorang perempuan bernama Alfini tertangkap kamera tengah melakukan aksi heroik. Dengan berani, ia menghadang laju pengendara motor yang nekat melewati trotoar di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.
Gambar Alfini menjadi headline surat kabar nasional berbahasa Inggris, The Jakarta Post. Foto tersebut kemudian viral di media sosial setelah diunggah oleh pengelola akun Facebook Koalisi Pejalan Kaki.
2. Aksi Bocah bernama Daffa Faros
Aksi heroik bocah asal Semarang, Daffa Faros Oktoviarto, mengundang decak kagum. Ia berani menghadang motor yang melaju di trotoar, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Kalibanteng Semarang. Keberanian bocah itu terungkap oleh pemilik akun facebook bernama Ronald Kusuma yang melihat peristiwa itu.
Tak tanggung-tanggung, Daffa sempat adu mulut dengan pengendara sepeda motor. Daffa nekat tidak memberikan trotoar, dan memaksa pemotor memundurkan motornya.
3.Mahasiswi menghadang motor
Seorang mahasiswi bernama Amalia S Bendang (19) berdiri di sebuah trotoar di Jalan Casablanca, Jakarta, sambil membawa poster bertuliskan "Selamatkan trotoar untuk pejalan kaki".
Amalia berani menghadang pengendara motor yang melawan arah dan melintasi trotoar, hingga akhirnya sang pengendara motor berputar balik.
4. Aksi Koalisi Pejalan Kaki
Sebuah video viral di media sosial mengenai dua orang pengendara sepeda motor mengamuk saat aksi Koalisi Pejalan Kaki berlangsung di trotoar kawasan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam video tersebut terlihat dua tukang ojek yang marah-marah kepada para peserta aksi. Kedua tukang ojek tersebut terlihat sangat emosional bahkan sempat berkata kasar dan melemparkan helmnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi