Suara.com - Cina dikenal memiliki sistem sensor internet ketat yang dijuluki "Great Firewall". Sistem ini menutup semua akses ke situs media sosial populer seperti, Twitter, Facebook, dan Google.
Selama ini, orang asing yang berada di China harus menggunakan jaringan virtual pribadi (VPN) untuk mengakses konten yang diblokir. Pilihan lainnya adalah mendaftar layanan data roaming sebelum meninggalkan negara asal.
Namun sistem tersebut rupanya tidak berlaku bagi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pada hari kedatangannya di Beijing pada Rabu, (8/11/2017), Trump langsung bercuit di akun Twitter resminya yang memiliki 42 juta pengikut itu.
"Atas nama Melania dan saya, terima kasih untuk siang dan malam yang tak akan terlupa di Kota Terlarang, Beijing, Presiden Xi dan Nyonya Peng Liyuan. Kami menanti untuk bertemu Anda besok pagi," tulis Trump.
Dalam pantauan BBC lewat Tweetdeck, tiga tweet pertama Trump dari Cina dikirim dari web browser, bukan ponsel. Namun, tweet keempatnya, dikirim dari sebuah iPhone
Sontak saja, kunjungan Trump menjadi topik populer di forum internet Cina. Banyak yang bertanya-tanya, bagaimana Trump berhasil menghindari kontrol internet Cina yang tangguh.
"Kurasa dia melakukannya lewat jaringan satelit," kata seorang pengguna di forum Weibo.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa Trump bebas mengakses Twitter dari mana saja sebab media sosial itu merupakan salah satu medium favorit sang presiden untuk berkomunikasi dengan rakyatnya.
"Presiden akan bercuit apapun yang dia mau. Itulah caranya berkomunikasi langsung dengan warga Amerika. Mengapa tidak?" ujarnya sebagaimana dikutip dari Fortune.
Sementara ketika ditanya apakah penggunaan Twitter oleh Trump melanggar undang-undang Cina, juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying mengatakan bahwa ada banyak cara untuk berkomunikasi dengan dunia luar.
"Di Cina, orang memiliki banyak saluran untuk berkomunikasi, hanya saja mereka berkomunikasi dengan cara yang berbeda. Misalnya, beberapa orang menggunakan WeChat, beberapa orang menggunakan Weibo. Beberapa orang menggunakan ponsel Apple, beberapa orang menggunakan ponsel Huawei,"kata Hua.
Lalu bagaimana Trump bisa tetap mengakses Twitter di Cina?
Menurut para wartawan yang mengikuti rombongan Trump ke Cina, mereka juga bisa menggunakan Twitter di ponsel mereka sendiri selama mereka menggunakan jaringan 3G atau 4G pada kartu SIM yang sudah berlangganan data roaming dari negara asal mereka.
Jadi Trump mungkin saja tak menyadari hal itu dan terus berkicau melalui akunnya.
Memang dalam praktiknya, setiap pejabat negara asing yang berkunjung ke Cina diminta untuk mematuhi aturan keamanan dan dianjurkan untuk tidak menggunakan ponsel atau laptop pribadi di negeri itu.
Adapun dalam perjalanan ke Cina menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One, seorang pejabat Gedung Putih memastikan bahwa Trump akan tetap menggunakan Twitter di negeri Tirai Bambu itu.
"Saya yakin kami memiliki alat di pesawat ini yang membuatnya bisa mengakses Twitter," kata dia.
Berita Terkait
-
Tak Terima, Ariana Grande Serang Trump Usai Gunakan Lagunya di TikTok
-
Rahasia Bisnis Orang Cina, Arab, dan India: Dagang itu Gak Mudah Lho!
-
Donald Trump: Negosiasi AS dan Iran Makin Rumit, Banyak Pemimpin Teheran Tewas
-
Donald Trump Ancam Hukuman Ekonomi Berat Bagi Negara yang Berbisnis dengan Iran
-
Kata Damai AS - Iran Main Jauh, Donald Trump Putus Komunikasi soal Selat Hormuz
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Secret Service Buka Suara, Nyawa Anak Bungsu Donald Trump Dihargai Rp156 Miliar
-
Persib Bandung Luncurkan Jersey Musim Kompetisi 2026/2027
-
ISPA Palembang Tembus 9.313 Kasus Saat Kabut Asap Karhutla, Ini Data Terbarunya
-
Kebakaran Lahan Gambut Seluas 311 Hektare Terjadi di Kutai Kartanegara
-
Massa dari Pati Bergerak, dari Daerah untuk Indonesia Bawa Pesan untuk Rakyat
-
Rekam Jejak Eks Caleg Nasdem yang Diusulkan Jadi Pelatih Timnas Gantikan John Herdman
-
Parenting di Era Digital: Ketika Gawai Menjadi Pengasuh Anak
-
Pertamina Eco RunFest 2026: Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan, Nol Jejak Sampah
-
Gianni Infantino Nongol di Final Piala AFF 2026 Vietnam vs Thailand, Pertanda Apa?
-
Demam Slowpitch Landa Ibu Kota, Band Rock AS The Flaming Lips Ikut Nimbrung