Suara.com - Beberapa kali, tersiar kabar Samsung berencana menjual Galaxy S8 Microsoft Edition. Namuun, kini pabrikan asal Korea Selatan ini menyangkalnya.
Menurut Samsung, versi Microsoft tersebut tidak pernah ada. Jika kabar tersebut bena adanya, seharusnya Galaxy S8 Microsoft Edition sudah tersedia di toko ritel Microsoft.
Sementara itu, mereka tidak memasukkan hal yang berbeda dalam perangkat keras atau perangkat lunak melalui model standar. Kustomisasi Microsoft diterapkan pada ponsel ini saat perangkat tidak terkunci dan terhubung ke Wi-Fi.
Pada dasarnya, kustomisasi itu seharusnya meningkatkan kesadaran akan aplikasi Microsoft seperti Office, OneDrive, Cortana, dan Outlook. Mungkin kabar ini tidak lebih dari aksi PR, tapi pasti menarik bagi beberapa penggemar Microsoft.
Kini, Samsung mengatakan bahwa tidak pernah ada Edisi Microsoft dari Galaxy S8 atau dari model ponsel andalan lainnya.
"Perangkat Samsung Galaxy S8, Galaxy S8 +, dan Galaxy Note8 tersedia di toko online dan ritel Microsoft dengan pengalaman unik Microsoft yang memastikan pelanggan mereka, khususnya pemilik usaha kecil dan menengah, pengalaman produktivitas terbaik di kelasnya. Tidak ada merek 'Microsoft Edition' dari produk Samsung Galaxy manapun," tulis pernyataan Samsung.
Peryataan itu menunjukkan jika toko-toko Microsoft menjual Galaxy S8 dan S8 + serta Note 8. Dan bukan berarti Samsung mengeluarkan Microsoft Edition untuk salah satu handset andalannya. [Windows Central]
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Capai 16 Juta Orang
-
Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional