3. Gempa susulan di Palu
Menyusul gempa Palu, sebuah kabar hoaks beredar melalui aplikasi WhatsApp. Kabar yang beredar tersebut adalah mengenai gempa susulan di Palu yang langsung meresahkan masyarakat.
Pesan tersebut berisi informasi mengenai Palu yang sedang dalam kondisi siaga 1 karena akan segera terjadi gempa susulan berkekuatan 8,1 SR sehingga berpotensi terjadi tsunami besar. Rupanya kabar ini adalah hoaks setelah dikonfirmasi langsung oleh Kepala Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui Twitter.
4. Penyerangan tokoh agama sebagai tanda kebangkitan PKI
Kabar hoaks mengenai kebangkitan PKI memanglah bukan isu baru. Isu ini menjadi viral di tahun 2018 seiring dengan dinamika politik Indonesia.
Pada awal 2018, terjadi kasus pemukulan terhadap seorang tokoh agama. Setelah ditangani pihak kepolisian, terungkap bahwa pelakunya adalah seorang yang mengalami gangguan mental.
Beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab lalu mulai menyebarkan hoaks bahwa hal tersebut merupakan tanda kebangkitan PKI. Bertindak cepat, Kominfo lalu merilis pengumuman bahwa berita tersebut adalah hoaks.
5. Penculikan anak
Kabar hoaks mengenai penculikan anak beredar di media sosial pada Facebook, Twitter, dan WhatsApp. Bahkan di Twitter, beredar kabar jika pelaku penculikan anak ini tertangkap di Jalan Kran Kemayoran, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Termakan Hoaks, Perempuan Ini Minum Kecap Asin dan Berakhir Lumpuh
Hal ini lalu dibantah Kapolsek Kemayoran Kompol Saiful Anwar. Dikatakan, oknum tersebut hanyalah seorang tukang parkir yang mengidap gangguan jiwa. Kabar tersebut lalu dikonfirmasi sebagai berita hoaks.
6. Kartu nikah dengan empat foto istri
Saat Kementrian Agama resmi menerbitkan kartu nikah bagi pasangan suami-istri demi efisiensi dan akurasi data, sebuah kabar hoaks lalu beredar. Beredar gambar kartu nikah berwarna kuning dengan logo Kementrian Agama serta berisi empat kolom istri dan satu kolom suami yang lengkap dengan nama dan tanggal pernikahan di masing-masing kolom istri.
Banyak yang berspekulasi bahwa kartu tersebut merupakan kartu legalitas untuk berpoligami. Hal ini langsung dibantah keras Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag, dinas ini menegaskan jika kartu yang diberikan memiliki warna dasar hijau dengan campuran warna kuning.
7. Telepon disadap dan chat WhatsApp dipantau pemerintah
Pada awal 2018, sebuah berita hoaks beredar melalui broadcast message di aplikasi pesan singkat WhatsApp. Berita hoaks ini berisi informasi pemantauan segala aktivitas pengguna ponsel oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Aktivitas yang dipantau antara lain, panggilan telepon hingga media sosial seperti WhatsApp dan Facebook. Kominfo pun dengan tegas membantahnya dan mengungkap kabar ini hanyalah hoaks.
8. Makanan mudah terbakar ternyata mengandung lilin/plastik
Kabar mengenai kandungan lilin atau plastik pada produk makanan tertentu memang sudah lama beredar. Awal 2018 dimulai dengan isu zat berbahaya pada serbuk sebuah merek minuman kopi sachet.
Hal ini ramai menjadi perbincangan usai sebuah video saat seseorang menerbangkan serbuk kopi ke api dan membuat api semakin besar dan menyambar. BPOM lalu dengan resmi menjelaskan bahwa hal tersebut tidak benar.
Pasalnya, semua produk pangan memiliki rantai karbon berupa ikatan antara atom karbon hingga mengandung lemak dan minyak dengan kadar rendah. Jadi beberapa makanan pasti akan mudah terbakar jika disulut dengan api.
9. Telur palsu dan telur plastik
Masih dari awal 2018, masyarakat Indonesia dibuat geger dengan berita hoaks mengenai telur palsu atau telur plastik yang ramai beredar di pasar tradisional dan supermarket.
Berbagai foto dan video terkait proses pembuatan telur palsu ini langsung banyak diunggah di YouTube dan beberapa media sosial lainnya.
Membuat banyak pihak resah, isu ini rupanya sangat memberikan pengaruh besar ke para penjual telur. Tidak butuh waktu lama, Kementrian Pertanian dan Satgas Pangan Mabes Polri lalu turun ke lapangan dan membuktikan bahwa kabar ini hanyalah hoaks.
10. Konspirasi imunisasi dan vaksin
Salah satu hoaks mengenai vaksin imunisasi yang menjadi viral adalah isu konspirasi penyebaran virus atau penyakit melalui vaksin. Kabarnya, vaksin yang digunakan untuk imunisasi mengandung sel-sel hewan, virus, bakteri, darah, dan nanah.
Isu ini lalu semakin menimbulkan stigma negatif masyarakat Indonesia mengenai imunisasi. Banyak masyarakat yang dibuat ragu untuk memberikan imunisasi untuk anak-anaknya. Kabar ini lalu dibantah Kominfo dan menyebut jika hal ini adalah hoaks.
Sumber: Hiktekno.com
Berita Terkait
-
Mendekam di Penjara, Berat Badan Ratna Sarumpaet Turun 12 Kg
-
Termakan Hoaks, Perempuan Ini Minum Kecap Asin dan Berakhir Lumpuh
-
Bersemi Kembali Hoax HIV Tertular Lewat Tiup Terompet, Ini Kata Ahli
-
Fahri Hamzah Minta La Nyallah Bisa Senasib dengan Ratna Sarumpaet
-
Fahri Hamzah Sindir La Nyalla Berakhir di Pangku Kekuasaan
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Snapdragon C Resmi Diumumkan, Prosesor Baru Qualcomm untuk Laptop Murah, Baterai Tahan Seharian
-
Viral Game Simulasi Kereta Buatan Indonesia Banjir Pujian di Jepang, Grafis Menawan!
-
Deretan Fitur Ugreen EchoBuds Magic, Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya
-
Asus TUF Gaming F16 dan A16 Resmi Pakai RTX 50-Series, Tangguh Berstandar Militer
-
Tablet Apa yang Cocok untuk Pelajar? 5 Pilihan Tab Rp1 Jutaan dengan Spek Dewa dan Baterai Badak
-
India 'Buang Muka' dari Sawit Indonesia, Harga Referensi CPO Juni 2026 Terkoreksi 1,91 Persen
-
Redmi Headphones Neo Lolos Sertifikasi Komdigi, Usung Hi-Res dan Baterai Tahan Lama
-
Hacker Gunakan Kode QR Teks untuk Kelabuhi Email Security, Ini Cara Kerjanya
-
Gunakan Snapdragon X2, Baterai Acer Swift Spin 14 AI Diklaim Tahan Seharian
-
Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED