Suara.com - Dr Nancy Grace Roman dikenal sebagai "Bunda Hubble" untuk karyanya pada tahap awal Teleskop Luar Angkasa Hubble. NASA mengatakan bahwa warisan terpentingnya adalah kemajuan perempuan dalam sains dan generasi ilmuwan muda yang diilhaminya.
Dia meninggal di Maryland belum lama ini, Rabu (26/12/2018) pada usia 93 tahun. Dr Roman terpesona oleh langit malam yang cerah dari rumah masa kecilnya di Nevada sejak usia sangat dini.
Dia bergabung dengan klub astronomi ketika dia baru berusia 11 tahun dan hasratnya untuk melihat bintang berlanjut sepanjang hidupnya. Tetapi Dr Roman muda harus berjuang melawan prasangka agar diizinkan belajar matematika dan sains di sekolah dan universitas.
"Saya masih ingat meminta izin guru sekolah menengah saya untuk mengambil tahun kedua aljabar, alih-alih tahun kelima bahasa Latin," dia pernah mengatakan kepada Voice of America.
"Dia melihat ke bawah ke arahku dan menyeringai, 'Perempuan mana yang mengambil matematika dibandingkan bahasa Latin?' Itu semacam penerimaan yang paling saya dapatkan," katanya.
Terlepas dari hambatannya, ia memperoleh gelar doktor di bidang astronomi dari University of Chicago pada tahun 1949.
Posisi di Laboratorium Penelitian Angkatan Laut Amerika Serikat diikuti. Dia kemudian direkrut NASA untuk menjadi kepala astronomi pertama pada tahun 1959, di mana dia akan bekerja selama dua dekade.
Dalam sebuah video yang dirilis oleh NASA pada bulan Februari, Dr Roman mengatakan, dia tidak pernah memiliki masalah dengan rekan-rekan lelaki di NASA.
"Saya diterima sebagai ilmuwan dalam pekerjaan saya. Para lelaki itu sangat kooperatif, dan saya merasa para lelaki itu memperlakukan saya sebagai salah satu tim tanpa masalah," katanya.
Baca Juga: NASA Temukan Benda Misterius di Ujung Tata Surya
Kontribusinya yang paling terkenal bagi sains adalah perencanaan Teleskop Luar Angkasa Hubble, yang terkenal karena gambar-gambarnya yang menakjubkan tentang bintang-bintang yang sangat dicintainya sejak kecil.
Diluncurkan pada tahun 1990, telah digambarkan sebagai salah satu instrumen ilmiah paling penting yang pernah dibuat.
Karyanya telah diakui oleh Women in Aerospace Lifetime Achievement Award dan Nasa's Exceptional Scientific Achievement Award.
Pada tahun 2017, ketika Lego menciptakan set 231 karya Perempuan NASA, sebuah patung Dr. Roman dimasukkan di antara empat perempuan yang diidentifikasi sebagai perintis luar angkasa. [BBC]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
-
5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum
-
Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam
-
7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun
-
4 Genset Silent Terbaik untuk di Rumah, Anti Berisik Hemat Bensin untuk Backup saat Mati Listrik
-
Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya!
-
POCO X8 Pro Yellow Resmi Meluncur di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal
-
Bos WhatsApp Resmi Mengundurkan Diri, Ini Sosok Penggantinya