Suara.com - Smartphone Vivo U1 hari ini (19/02/2019) resmi meluncur di China meski tanpa bocoran apapun sebelumnya. Smartphone ini masuk ke dalam kategori low-end sehingga menawarkan harga terjangkau.
Vivo U1 hadir dalam tiga warna yaitu Midnight Black, Purple, dan Aurora Red.
Perangkat hadir dalam dua varian memori yaitu RAM 3 GB + memori internal 32 GB dan RAM 4 GB + memori internal 64 GB.
Varian RAM 3 GB dibanderol dengan harga 799 yuan atau Rp 1,7 juta sementara varian RAM 4 GB dapat dibeli dengan harga Rp 2,5 juta.
Vivo U1 menggunakan layar FullView 6,2 inci dengan resolusi HD Plus (1520 x 720) serta rasio aspek 19 : 9.
Terdapat kaca melengkung 2,5D di bagian atas yang membuat smartphone low-end ini nampak sedikit elegan.
Dengan desain poni waterdrop, smartphone memiliki rasio screen-to-body sebesar 88,6 persen.
Meski dibanderol mulai Rp 1 jutaan, Vivo U1 menggunakan chipset yang cukup powerful di sektor low-end, Qualcomm Snapdragon 439.
Pengguna juga dapat menambahkan memori eksternal hingga 256 GB mengingat terdapat slot microSD yang disediakan.
Baca Juga: Xiaomi dan Oppo Kurangi Penggunaan NFC pada Smartphone
Vivo U1 didukung dengan kamera AI Smart Dual dengan konfigurasi 2 kamera, 13 MP + 2 MP.
Kamera belakang dilengkapi dengan flash LED dan ditempatkan di sudut kiri atas dengan posisi vertikal.
Di bagian depan terdapat kamera sebesar 8 MP untuk mengambil foto selfie dan narsis.
Pengguna dapat mengaktifkan fitur face unlock di samping sensor sidik jari yang sudah ditempatkan di bagian belakang.
Dikutip dari Gizmochina, opsi konektivitas smartphone termasuk Dual SIM, Dual 4G VoLTE, WiFi 802.11 a / b / g / n, Bluetooth 5.0, dan GPS.
Perangkat berjalan di atas sistem operasi Android 8.1 Oreo dengan FunTouch OS 4.5.
Smartphone didukung dengan baterai berkapasitas 4.030 mAh serta memiliki dimensi 155.1 × 75.09 × 8.28 mm.
Masih belum jelas apakah Vivo U1 akan dipasarkan di negara luar China termasuk Indonesia, kami akan menginfokan secepatnya apabila smartphone akan masuk ke sini.(HiTekno.com/Rezza Dwi Rachmanta)
Berita Terkait
-
Nasib Merek Mobil Jepang Terancam, Toyota Ajak Honda Hingga Nissan Bersatu Hadapi Mobil China
-
Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya
-
Fitur NFC Bisa Digunakan untuk Apa Saja? Tak Cuma Top Up Saldo E-Money
-
Terungkap! Ini Teknologi Baru yang Bikin Layar Galaxy Z Fold 8 Makin Mulus
-
Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Escapism di Layar: Mengapa Konten Flexing Laku Keras di Media Sosial?
-
ASDP Percepat Digitalisasi 6 Pelabuhan Strategis, Face Recognition hingga One Gate System
-
Air PAM Macet Berbulan-bulan, Warga Pegadungan Rogoh Kocek Dua Kali demi Air Bersih
-
Mengapa Kita Begitu Bergantung pada Terigu yang Tidak Bisa Kita Tanam?
-
PFII Jangan Sampai Jadikan Bali Surga Para Penghindar Pajak
-
Bukan Jay Idzes, Rekannya di Sassuolo Resmi Direkrut Leeds United
-
Lewat Kerja Sama LoI Dengan KDEI, BRI Taipei Dorong Literasi Keuangan Pekerja Migran
-
Sinergi Dalam LoI, BRI Taipei dan KDEI Tingkatkan Akses Keuangan Pekerja Migran Indonesia
-
It Ends With Us, Novel yang Membuka Mata tentang Toxic Relationship
-
LoI Sinergi BRI Taipei Dengan KDEI: Berikan Literasi Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia