Suara.com - Beragam informasi palsu atau hoaks, atau minimal yang belum jelas kebenarannya, baik dalam wujud teks, foto maupun video, kian banyak bertebaran di jagad maya, khususnya melalui media sosial. Tak terkecuali menyusul peristiwa aksi massa 21 Mei 2019 yang berujung pada sejumlah kerusuhan di Jakarta pada 22 Mei ini.
Sehubungan itu, publik atau pengguna internet (warganet) khususnya, perlu berhati-hati dalam menerima dan mencerna beragam informasi yang berseliweran tersebut. Bukan saja karena sudah diingatkan oleh berbagai lembaga maupun tokoh berkali-kali, tapi juga agar tidak ikut terjebak sebagai penyebar hoaks yang bisa jadi mendatangkan masalah pada diri sendiri.
Untuk itu sebenarnya, setidaknya ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan oleh para netizen. Berikut lima langkah di antaranya:
1. Lakukan pengecekan foto atau video sendiri
Salah satu cara yang cukup membantu dalam memeriksa kebenaran sebuah foto atau gambar, termasuk video yang merupakan gabungan frame-frame gambar, adalah melakukan reverse image search. Intinya, ini adalah upaya pengecekan terhadap gambar atau foto yang sudah dilihat/didapat, dengan mencari gambar (image) serupa dengannya yang sudah ada di internet.
Bagaimana cara melakukannya? Cukup unduh atau simpan foto --maupun capture-an video-- yang ingin dilakukan pencarian, atau salin URL foto tersebut jika ada, lalu buka situs yang bisa melakukan reverse image search. Copy URL gambar tersebut, atau unggah fotonya di situ, lalu klik pencarian, maka akan keluar hasilnya.
Yang paling dikenal dalam hal ini tentu saja adalah Google Reverse Image Search, yang bisa ditemukan di alamat images.google.com, dengan menekan ikon kamera yang tersedia di kolom pencariannya. Selain milik Google, ada pula milik situs pencarian lain seperti Bing, Yandex, atau nama lain seperti TinEye dan sebagainya.
Hanya saja masalahnya, rata-rata pencarian di situs-situs itu optimal hanya pada versi desktop, tidak melalui perangkat mobile. Pencarian Google misalnya, masih bisa diakses dengan membuka browser dengan mode desktop, tapi teknisnya jadi rumit. Meski begitu, saat ini sebenarnya sudah ada beberapa solusi untuk pencarian mobile, misalnya lewat Reverse Photos.
Hasil pencarian reverse image search biasanya akan menampilkan gambar-gambar atau foto serupa dengan yang diunggah, bahkan bisa juga yang persis sama, yang mungkin saja sudah lebih dulu tampil di situs, blog, atau media sosial lain sebelumnya. Ketika hasil ini didapat --ada medium yang sudah memuat pada hari, bulan, bahkan tahun sebelumnya-- sementara foto terkait diklaim sebagai peristiwa "fresh" yang baru saja terjadi misalya, maka jelas klaim yang beredar itu bohong.
Baca Juga: Suku Baduy Jadi Korban Hoaks People Power Aksi 22 Mei
Meski begitu, tidak selalu hasil yang diharapkan bisa didapat. Bisa jadi tidak ada hasil yang signifikan, atau bahkan tak ada hasil pencarian sama sekali --cuma tampil beberapa gambar yang terlihat mirip. Lebih dari itu, bisa pula hasil didapat setelah melakukan beberapa ulangan pencarian, dengan angle atau potongan foto berbeda. Pendeknya, jika buntu di situ, jangan menyerah karena masih ada cara lain.
Beberapa situs atau tools yang mungkin juga bisa bermanfaat yang bisa dipaparkan di sini, antara lain adalah Jeffrey's Image Metadata Viewer, Youtube Data Viewer, atau Watch Frame by Frame.
2. Cari di Google dan cek pemberitaan media massa
Ini adalah cara yang lebih mudah, karena tidak perlu memahami kemampuan teknis tertentu. Istilahnya "ngadu ke Mbah Google". Ya, tinggal lakukan pencarian terkait topik atau isu yang berhubungan degan foto atau video dimaksud, kalau bisa melalui beberapa varian kata kunci, dan coba temukan pemberitaan media massa yang ada.
Kenapa media massa? Karena media massa merupakan sebuah institusi yang berfungsi menyampaikan berita atau informasi, yang dikelola kumpulan profesional berkompeten di bidangnya; sedangkan orang per orang belum tentu punya kompetensi untuk menyiarkan informasi --secara benar dan bertanggung jawab. Tentu saja, media massa yang dirujuk haruslah "benar-benar media", yaitu yang punya institusi resmi, jelas susunan redaksinya, alamatnya, yang sudah eksis (dikenal) dan sebagainya, bila perlu yang sudah terverifikasi Dewan Pers. Jadi bukan "pemberitaan" media abal-abal yang entah siapa pembuatnya, apalagi sekadar platform blog, lebih-lebih lagi yang jelas-jelas kontennya mengarah pada motivasi tertentu.
3. Temukan konten-konten periksa fakta di situs atau laman anti-hoaks
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
32 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Februari 2026, Klaim Hadiah Ramadan dan Imlek
-
51 Kode Redeem FF Terbaru 22 Februari 2026, Klaim Hadiah Gratis di Event Ramadan
-
Penjualan Konsol Menurun di Awal 2026: PS5 Mampu Ungguli Nintendo Switch 2
-
Bocoran Harga iQOO 15R Beredar, Siap Debut di India dan Indonesia Pekan Ini
-
5 Rekomendasi HP Kamera ZEISS Termurah Februari 2026, Tawarkan Fitur Fotografi Menawan!
-
7 HP Kamera Boba Kembaran iPhone Terbaru 2026, Harga Rp2 Jutaan Rasa Ponsel Flagship!
-
Siap-siap! Harga PC dan Laptop Lenovo Diprediksi Makin Naik Bulan Depan
-
HP Murah Infinix Smart 20 dan Hot 70 Bersiap ke Indonesia, Bawa Spek Ciamik
-
Motorola Edge 70 Fusion Segera Debut, Usung Snapdragon Anyar dan Kamera Sony
-
Bocoran Samsung One UI 9, Hadirkan Fitur Ask AI Berbasis Android 17