Suara.com - Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Santoso mengatakan bahwa layanan perbankan mobile banking maupun internet banking milik BCA sangat aman, meski demikian ia tetap menyarankan nasabah untuk tidak menggunakan aplikasi VPN gratis di gawai mereka.
"Layanan mobile banking kami gunakan end to end encryption yang akan mengacak data yang dikirim nasabah ke host (pusat data) kami, jadi tidak akan mudah dilacak. Kemudian, selain itu sistem keamanan digital kami juga berlapis, tidak akan mudah ditembus," kata Santoso kepada Antara di Jakarta, Kamis (23/5/2019).
Santoso mengatakan, meskipun masyarakat pada saat ini banyak menggunakan aplikasi VPN (virtual private network), data-data nasabah di BCA tidak akan bisa atau mudah disadap.
"Sistem Teknologi Infromasi kami memiliki keamanan berlapis dan sudah diuji coba sedemikian kali," ujarnya.
Namun, Santoso mengatakan pihaknya tidak bisa memastikan kualitas sistem keamanan yang disediakan di aplikasi VPN gratis.
Karena itu, jika masyarakat ingin mengakses layanan mobile banking ataupun internet banking BCA, kata Santoso, sebaiknya tidak menggunakan VPN gratisan.
"Kami tidak tahu kualitas VPN itu, ada yang gratis, ada yang bayar. Karena VPN itu ibaratnya lorong. Nasabah mengirim data ke kami menggunakan lorong itu. Nah kami tidak tahu kualitas lorong itu bagus atau tidak? Data yang dikirimkan dari gawai nasabah bisa lengkap terkirim ke pusat informasi kami atau tidak. Jadi kalau ditanya soal VPN gratis, ya lebih baik jangan pakai VPN," ujarnya.
Aplikasi VPN gratis mendadak menjadi incaran masyarakat dan laris manis diunduh di sistem teknologi Android dan iOS. Penyebabnya adalah pembatasan media sosial yang dilakukan pemerintah menyusul demonstrasi anarkis kelompok yang menolak hasil pemilihan presiden 2019 pada 21-22 Mei 2019 di beberapa titik di Jakarta.
Baca Juga: Aplikasi VPN Gratis Kuasai Top Charts Play Store dan App Store
Berita Terkait
-
BCA Bagikan Dividen Interim Rp3,07 Triliun, Ini Jadwal Pencairannya
-
Tebar Dana Rp3,07 T, Cek Jadwal Pembagian Dividen Interim BBCA
-
Cara Aktivasi Kartu Kredit Indonesia BCA untuk Bayar QRIS di myBCA
-
Pegadaian Perkuat Ekosistem Emas Nasional lewat Kehadiran Tabungan Emas di myBCA
-
Laba BCA Syariah Meningkat, Aset Tembus Rp20,7 Triliun
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar