Suara.com - Bagi yang akan mendatangi Amerika Serikat, meski untuk bekerja, belajar ataupun berlibur kini semuanya harus menyertakan media sosial agar bisa disetujui untuk masuk negara paman sam tersebut.
Media sosial kamu nantinya akan disaring untuk mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat.
Dilansir dari Ubergizmo, jika mengunggah banyak hal di media sosial yang menimnulkan masalah, masuk akal bahwa visa kamu mungkin akan ditolak.
Tak hanya unggahan kamu yang bermasalah yang akan menghambat pengajuan visa kamu di Amerika Serikat, tetapi dari unggahan teman-teman kamu juga dapat berdampak lho.
Hal ini yang diketahui calon mahasiswa Harvard, Ismail Ajjwai ketika dia tiba di Amerika Serikat hanya untuk membatalkan visanya ketika dia masih di bandara saat diperiksa.
Ternyata unggahan yang dibuat oleh teman-temannya menyatakan ''sudut pandang yang menentang Amerika Serikat'' dan ini terlepas dari kenyataan bahwa Ajjwai tidak ditandai di dalamnya atau dia juga berinteraksi dengan mereka.
Mahasiswa tersebut telah mempertahankan pengacara dengan harapan bahwa keputusan untuk membatalkan visanya dapat dibatalkan.
Dilaporkan, bahwa kasus Ajjawai ini tidak seunik yang sebelumnya. Dulu visa pelajar lain ditolak berdasarkan gambar yang diunggah orang lain dalam obrolan grup WhatsApp.
Jadi lebih berhati-hati lagi dalam mengunggah sesuatu di media sosial kamu, ditambah lagi kamu memiliki rencana akan pergi ke Amerika Serikat.
Baca Juga: Stres Media Sosial, Seperti Apa Gejalanya?
Berita Terkait
-
Langkah Besar Menuju Damai, JD Vance Sebut Dialog AS - Iran Berjalan Positif
-
Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi
-
Seruan Didenger, AS Longgarkan Pembatasan Perjalanan Timnas Iran
-
Perpecahan di Partai Republik? Kongres AS Desak Trump Hentikan Agresi Militer ke Iran
-
Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Berapa Harga iPad Paling Murah 2026? Desain Premium, Paling Worth It Dibeli
-
4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
-
3 Cara Cek Battery Health di HP Android, Lengkap dengan Tips agar Awet
-
Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris