Suara.com - Pandemi virus Corona (Covid-19) perlahan mengubah sistem pendidikan menjadi daring, di mana saat ini sebagian besar murid di Indonesia telah belajar secara online di rumah. Namun, tidak semua murid mendapatkan akses ke internet dan mampu membeli perangkat untuk mendukung belajar online. Belakangan, warganet mengunggah cara lain yang bisa digunakan sebagai alternatif belajar online, yaitu menggunakan handy talky (HT).
Handy talky atau radio HT merupakan alat komunikasi genggam yang dapat menghubungkan dua orang atau lebih dengan menggunakan gelombang radio. Alih-alih menggunakan laptop atau ponsel dan belajar lewat aplikasi konferensi video seperti Zoom, para murid dan guru dapat belajar menggunakan handy talky.
Dibagikan oleh akun Twitter @kondekturbus_ pada 23 Juli, pemilik akun mengunggah video berdurasi 49 detik yang merekam seorang bocah telihat tengah belajar, dengan buku mata pelajaran di hadapannya. Bocah tersebut pun terlihat menuliskan sesuatu di atas buku tulis, sementara di sebelahnya terekam handy talky berwarna hitam.
Dalam video tersebut terekam suara seorang guru perempuan yang tengah memberikan arahan kepada murid-muridnya untuk mengerjakan latihan di halaman yang telah ditentukan.
"...silakan ditanyakan lewat radio, ibu kasih waktu 30 menit untuk mengerjakan, setelah itu kalian antar ke sekolah ya. Satu-satu. Jangan lupa maskernya dipakai ya. Terima kasih," ucap guru tersebut melalui sambungan HT.
Tak lama, seorang murid lain pun bertanya kepada gurunya melalui jaringan yang sama. Kemudian pertanyaan itu pun langsung dijawab oleh sang guru.
"Itu nanti di halaman 6, ibu akan suruh kalian berdiskusi. Nah karena kita belajar di rumah, nggak mungkin kalian berdiskusi dengan teman, jadi ibu akan suruh kalian berdiskusi dengan orang tua kalian ya. Ganti," balas guru tersebut.
Tak hanya itu, dalam unggahan akun Twitter @rasndeso pada 24 Juli pun membagikan gambar tangkapan layar dari akun Facebook Randy Bimantara yang juga menggunakan alat serupa sebagai alternatif belajar online.
"Kalian terlalu sibuk dengan Zoom dan internet sehingga lupa ada alat komunikasi yang murah bahkan gratis. Nggak perlu perangkat Motorolla yang jutaan, cukup Firstcom 200-300 ribu bisa on air tanpa kuota," tulis akun Randy Bimantara seraya mengunggah potret guru dan anak-anak yang mengenggam HT.
Baca Juga: Jarang Disadari, Sajadah Jadul Ini Memiliki Gambar Hagia Sophia?
Video yang telah ditonton sebanyak lebih dari 205.000 penayangan dan dibagikan sebanyak lebih dari 5.500 kali ke sesama pengguna Twitter itu pun menuai beragam komentar. Tak sedikit warganet yang mengakui bahwa cara alternatif tersebut sangat kreatif.
"Kreatif. Ide-ide brilian emang terkadang lahir dari keadaan yang sulit," tulis akun @SuperAzhar.
"Di satu sisi merasa lucu, di sisi lain sangat menggambarkan wajah pendidikan online di Indonesia. Ada yang leyeh-leyeh sambil tiduran pake MacBook Pro, ada yang serius sambil denger HT, ada pula yang tidak bisa belajar karena memang tidak memungkinkan," komentar @efralx.
"Gokil. Bener-bener kreatif dan berusaha dengan sungguh-sungguh," tambah @SumardiyonoClp.
"Ngajarin matematika ke murid yang visual kayak gue akan jadi perkara kalau pake ini. But yes, range bisa sampai 2,4 km. Satu pemancar bisa diterima banyak perangkat. Push to talk, bisa jadi solusi ini," ungkap @jowobritish.
"Para intel sedang tidak berjualan bakso dikarenakan HT sedang dipakai anaknya untuk kelas online," cuit @rahmaattirfan.
Berita Terkait
-
Body Shaming, Tanggapan Penjual Ini Bikin Geram Warganet
-
Bocorin Boneka Promosi, Aksi Jahil Bocah Ini Bikin Ngakak Warganet
-
Demi Beli Smartphone untuk Sang Anak, Seorang Ayah Rela Jual Sapi
-
Tak Mampu Beli Ponsel dan Internet, Siswa Ini Tetap Masuk Sekolah Sendirian
-
Agar Anak Bisa Ikut Kelas Online, Ayah Jual Sapi Satu-satunya untuk Beli HP
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
Terkini
-
Link Download Kumpulan Nada Dering Alarm Sahur dengan Suara Unik
-
35 Kode Redeem FF Terbaru 28 Februari 2026: Banjir Skin SG2, Bundle Langka, hingga Diamond Gratis
-
Huawei Watch Ultimate 2 Segera Rilis di Indonesia: Selam 150 Meter dengan Fitur Pesan Bawah Laut
-
HP Rp 1 Jutaan, REDMI A7 Pro Resmi di Indonesia: Baterai 6.000mAh, HyperOS 3
-
AI, Cloud, dan Data Center Terintegrasi Jadi Motor Ekosistem Digital Nasional 2026
-
5 Rekomendasi HP Gaming Rp3 Jutaan dengan Skor AnTuTu Tertinggi
-
21 Kode Redeem FC Mobile Aktif 28 Februari 2026, Ada Paket Ramadan dan Ribuan Gems Gratis
-
Cara Pre Order Samsung Galaxy S26 Series 2026: Cicilan Rp600 Ribuan per Bulan, Nikmati Galaxy AI
-
Ramadan 2026 Makin Canggih: Gemini AI Bantu Atur Puasa, Olahraga, hingga UMKM
-
SHECURE Digital Resmi Diluncurkan, Perlindungan Perempuan dan Anak dari Kekerasan Online