Suara.com - Para ahli dari seluruh dunia saat ini tengah berusaha menemukan vaksin atau obat untuk virus Corona (Covid-19). Namun, mendapatkan satu obat yang dikembangkan dari laboratorium ke klinik dapat menelan biaya hingga ratusan, bahkan miliaran rupiah dan membutuhkan waktu yang tak sebentar. Karena itu, akan sangat membantu jika para ilmuwan dapat memanfaatkan zat-zat yang sudah ada.
Tim ilmuwan global kini telah melakukan hal itu, dengan mencari melalui salah satu koleksi obat terbesar yang sudah dikembangkan di dunia dan menemukan 21 perawatan potensial untuk Covid-19.
Para ilmuwan masih membutuhkan lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah ada dari obat-obatan ini yang dapat digunakan membantu pasien Covid-19. Tetapi ini merupakan langkah pertama yang sangat baik, dengan melewati beberapa hambatan untuk memproduksi obat baru.
"Pengembangan vaksin kemungkinan membutuhkan setidaknya 12-18 bulan dan jangka waktu khas untuk persetujuan terapi antivirus baru dapat melebihi 10 tahun. Dengan demikian, repurposing obat yang diketahui dapat secara signifikan mempercepat penyebaran terapi baru untuk Covid-19," tulis tim ilmuwan dalam makalah terbaru, seperti dikutip, Science Alert, Rabu (29/7/2020).
Para ilmuwan mengambil ReFRAME Drug Repurposing Library, dengan 11.987 senyawa yang telah menerima persetujuan FDA, dan mulai mengujinya terhadap virus Covid-19 dalam garis sel yang disebut Vero, yang dikultur dari ginjal monyet hijau Afrika (Chlorocebus sp.).
"Kami menyadari di awal pandemi Covid-19 bahwa ReFRAME akan menjadi sumber daya yang tak ternilai untuk skrining obat-obatan untuk digunakan kembali melawan virus Corona baru," jelas Arnab Chatterjee, ahli kimia medis dan rekan penulis penelitian dari Calibr, division of Scripps Research yang menciptakan ReFRAME.
Meskipun sebagian besar pengujian tidak memberikan banyak hasil, tetapi tim menemukan 100 senyawa yang dapat menghambat replikasi virus Covid-19 dalam sel Vero.
Hasil selanjutnya menunjukkan bahwa 21 dari 100 senyawa memiliki hubungan dosis-respons, artinya dosis yang diperlukan untuk menjadi efektif tidak juga cenderung menyebabkan kerusakan pada manusia.
Salah satunya adalah remdesivir, sebuah prodrug analog nukleotida baru yang dikembangkan sebagai pengobatan infeksi penyakit virus Ebola dan Marburg. Sementara 20 lainnya masih belum dites untuk pengobatan Covid-19.
Baca Juga: Pertama Kalinya, Ilmuwan Temukan Kebocoran Gas Metana di Antartika
Dari 21 obat tersebut, 13 di antaranya ditemukan efektif pada konsentrasi yang dapat digunakan dengan aman pada pasien Covid-19 dan sebelumnya telah memasuki uji klinis.
"Studi ini secara signifikan memperluas opsi terapi yang mungkin untuk pasien Covid-19, terutama karena banyak molekul sudah memiliki data keamanan klinis pada manusia," kata Sumit Chanda, ahli virus dari Sanford Burnham Prebys Medical Discovery Institute di California.
Sebanyak 21 obat saat ini sedang diuji lebih lanjut menggunakan model hewan kecil atau paru-paru mini yang dapat meniru jaringan manusia.
Namun, tim ahli telah menemukan tiga obat yang bekerja di jaringan paru-paru yang diturunkan sel induk manusia dan satu obat menunjukkan efek antivirus dalam sistem kultur paru-paru berbasis laboratorium.
Penemuan ini adalah hal yang menarik, tetapi kehati-hatian tetap diperlukan sebelum memberikan obat tersebut ke pasien karena tidak semua senyawa benar-benar menjanjikan. Meski begitu, semakin banyak jenis perawatan yang dimiliki, maka semakin baik dalam melawan Covid-19.
Berita Terkait
-
Sering Mimpi Buruk? Ilmuwan Ini Bagikan "Cara Mengontrol Mimpi"
-
Sederhana, Begini Cara Uji Masker Buatan Sendiri
-
Pertama, Ilmuwan Temukan Partikel Langka di Bawah Gunung Italia
-
Hasil Penelitian: Hiu di Dekat Terumbu Karang Mulai Berkurang
-
Ilmuwan: Sistem Kekebalan Tubuh Manusia Tak Siap Hadapi Kuman Luar Angkasa
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
5 HP Vivo Lolos Sertifikasi di Indonesia: Ada iQOO 15R, V70, dan Z11x 5G
-
9 Rekomendasi TWS Sport untuk Lari Terbaik, Harga Murah Mulai Rp100 Ribuan
-
7 Tablet di Bawah Rp5 Juta Ini Bikin Kerja Makin Produktif, Rasa Laptop Canggih!
-
Cara Melacak HP yang Hilang Dalam Keadaan Mati, Manfaatkan Fitur Ini
-
5 HP POCO Harga di Bawah Rp2 Juta Selain POCO C85, Kamera 50 MP Baterai Super Jumbo
-
5 HP Murah POCO Dapat Diskon Besar Januari 2026: Mulai Sejutaan, Memori 256-512 GB
-
Xiaomi Siap Panaskan Persaingan! HP Flagship Baru Dikabarkan Pakai Kipas Pendingin Aktif
-
63 Kode Redeem FF Terbaru 10 Januari: Ada Skin Famas HRK, Bunny, dan Emote Gratis
-
Waspada! Serangan Phishing Lewat Kode QR Meledak hingga 5 Kali Lipat di Paruh Kedua 2025
-
7 Tablet Jagoan Multitasking Berat dengan Slot SIM Card, Harga Mulai Rp1 Jutaan