Suara.com - Pemerintah diminta meniru Australia untuk terlibat membangun relasi yang adil antara perusahaan media di Indonesia dengan raksasa teknologi seperti Facebook, Google, dan Twitter, demikian dikatakan Wenseslaus Manggut, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dalam percakapan via telepon dengan Suara.com di Jakarta, Jumat malam (19/2/2021)
Wens menjelaskan bahwa relasi antara perusahaan media sebagai produsen konten berita dan raksasa teknologi tidak adil. Media dalam hubungan ini dirugikan.
"Antara bisnis produsen dan distributor, ada yang tidak adil di sini. Google misalnya mengambil saja data dari perusahaan media tanpa diminta. Dia mengambil data dan memperoleh pendapatan dari sana. Sementara media tidak memperoleh bagian. Ada pola yang memang tidak fair," jelas Wens.
Kasus Facebook, imbuh dia, kurang lebih sama meski media sosial tersebut memperoleh konten-konten media dari unggahan penggunanya sendiri.
"Pola relasi media dengan Facebook memang beda dari Google. Tetapi ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari transparansai algoritma sampai sampah digital berupa hoaks dan hatespeech," beber dia.
Peran pemerintah karenanya adalah untuk membantu membangun relasi yang adil antara raksasa teknologi seperti Facebook dan Google dengan perusahaan media lokal.
Keterlibatan pemerintah, jelas Wens, diperlukan karena posisi tawar perusahaan media di Indonesia belum cukup kuat di hadapan para rakasasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut.
"Dalam kondisi market sekarang, rasanya perusahaan media tidak bisa bertempur sendiri tanpa keberpihakan pemerintah dan regulasi," kata Wens.
Ia mengatakan jika Indonesia mengikuti langkah Australia yang membuat regulasi untuk mewajibkan Google serta Facebook membayar perusahaan media maka tidak saja akan membantu industri, tetapi juga akan secara tidak langsung membangun demokrasi yang lebih sehat.
Baca Juga: Ikut Jejak Australia, Kanada Akan Paksa Facebook Bayar Perusahaan Media
"Langkah Australia ini perlu dipelajari dan diikuti oleh pemerintah kita," tutup Wens.
Seperti diwartakan sebelumnya Australia dalam waktu dekat akan mulai mewajibkan Facebook dan Google untuk membayar setiap konten yang mereka ambil dari media setempat.
Google, setelah sempat mengancam akan hengkang dari Australia, akhirnya memutuskan untuk bekerja sama dengan media-media Australia. Sementara Facebook mengambil langkah ekstrem dan memblokir semua konten dari media Australia di platformnya.
Langkah Facebook itu membuat pemerintah Australia geram. Perdana Menteri Scott Morrisson mengatakan bahwa Facebook kini merasa berada di atas negara, seperti yang dikhawatirkan banyak pihak selama ini.
Berita Terkait
-
Takut Pulang ke Tanah Air, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dikabarkan Cari Suaka di Australia
-
F1 GP Australia 2026: Duo Mercedes Raih Podium usai Duel dengan Ferrari
-
Mad Max Mengamuk di Lintasan, Max Verstappen Bangkit dari P20 ke P6
-
Nyawa Pemain Timnas Putri Iran Terancam, Pemerintah Australia Diminta Kasih Perlindungan
-
Australia Jadi Sorotan Dunia Berkat Munculnya Gerhana Bulan Darah
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
vivo V70 Series Rilis di Indonesia: Kamera 200MP OIS, Telephoto 10x, Harga Mulai Rp6 Jutaan
-
Daftar Harga HP Xiaomi dan POCO Terbaru Maret 2026, dari Rp1 Jutaan hingga Kelas Flagship
-
iQOO Z11 Debut Akhir Maret dengan Harga Miring: Usung RAM 16 GB dan Layar 165 Hz
-
27 Kode Redeem FF Max Terbaru 9 Maret: Sikat Skin SG2 Solaris, Trogon, dan Hadiah THR
-
Grand Heist City Segera Hadir ke Fortnite, Gameplay Mirip GTA
-
Pragmata Rilis Lebih Cepat, Capcom Ungkap Gameplay dan Cerita Uniknya
-
3 HP Flagship Model Ultra Siap Debut: Ada Ponsel Premium Vivo, Oppo, dan Huawei
-
Menkomdigi Batasi Anak Main Roblox, Ini 7 Alternatif Game Seru yang Wajib Kamu Coba!
-
Realme Pad 3 Lolos Sertifikasi di Indonesia: Usung Layar 2.8K dan Baterai 12.200 mAh
-
Trump Gusar usai Iran Tunjuk Pemimpin Baru, Israel Nekat Tembakkan Bom Fosfor