- Pemain timnas wanita Iran protes dengan menolak menyanyikan lagu kebangsaan di Piala Asia Putri 2026 Australia.
- Aksi tersebut menimbulkan kekhawatiran pemain akan menerima hukuman berat setibanya di Iran.
- Menteri Luar Negeri Australia menolak mengonfirmasi kontak pemerintah dengan timnas Iran terkait isu ini.
Suara.com - Kekhawatiran terhadap keselamatan pemain tim nasional wanita Iran meningkat setelah aksi protes mereka di ajang Piala Asia Putri 2026 di Australia.
Para pemain menolak menyanyikan lagu kebangsaan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Iran.
Aksi tersebut memicu spekulasi bahwa para pemain bisa menghadapi hukuman berat ketika kembali ke negaranya.
Di Iran, tuduhan pengkhianatan terhadap negara bahkan dapat berujung hukuman mati.
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, diminta menjawab pertanyaan yang kini ramai dibicarakan publik, apakah pemerintah Australia sudah melakukan kontak langsung dengan tim tersebut.
“Saya tidak bisa mengomentari itu,” kata Wong saat tampil dalam program televisi ABC Insiders, Minggu (8/3/2026).
Aksi protes tim Iran terjadi saat mereka berlaga di Australia. Para pemain memilih tetap diam ketika lagu kebangsaan diputar sebelum pertandingan.
Insiden tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah situasi politik di Iran memanas, termasuk serangan udara Amerika Serikat dan Israel serta kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Tekanan terhadap para pemain semakin meningkat. Seorang presenter televisi Iran yang dikenal dekat dengan pemerintah bahkan meminta agar para pemain dicap sebagai pengkhianat.
Baca Juga: Kapal Tug Boat Meledak di Selat Hormuz, Tiga WNI Dilaporkan Hilang
Kekhawatiran publik Australia terus meningkat. Petisi yang meminta pemerintah melindungi para pemain bahkan telah mengumpulkan lebih dari 44.000 tanda tangan dan ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri, Tony Burke.
Wong mengakui masyarakat Australia tersentuh melihat keberanian tim Iran.
“Melihat mereka bermain di sini sangat menyentuh bagi banyak orang Australia,” kata Wong.
Ia juga menyinggung catatan panjang pelanggaran HAM terhadap perempuan di Iran.
“Kita tahu rezim ini secara brutal menindas banyak rakyatnya sendiri, terutama perempuan dan anak perempuan Iran,” ujarnya.
Situasi semakin rumit karena para pemain disebut kesulitan berkomunikasi dengan keluarga mereka di Iran.
Pemerintah Iran dilaporkan memberlakukan pemadaman internet nasional di tengah konflik yang berlangsung.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Kapal Tug Boat Meledak di Selat Hormuz, Tiga WNI Dilaporkan Hilang
-
Spesifikasi Khorramshahr-4 (Kheibar 4), Rudal Iran yang Tembus Jantung Israel
-
Meski Tel Aviv Diluluhlantakkan Iran, Israel Tetap Lanjutkan Genosida di Gaza
-
Akademisi Nilai Pernyataan Trump soal Iran Lebih Bernuansa Tekanan Psikologis
-
Siapa Profesor Jiang Xueqin? Sosok yang Ramal AS Kalah Perang Lawan Iran
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
12 Shade Cushion Wardah untuk Kulit Sawo Matang, Wajah Bebas Abu-abu
-
6 Motor Baru dengan Harga Terjangkau di Indonesia: Ganteng ala Vespa, dari Hybrid hingga Listrik
-
Polda Metro Jaya Diminta Usut Dugaan Penipuan Rp3 Miliar
-
Drama Straight to Hell, Ketika Rasa Takut Seseorang Dijadikan Bisinis Gelap
-
Harta Ketua DPRD Bone Disorot, KPK: Kalau Tidak Benar Kami Tindak
-
'Bom Waktu' Bangunan Sekolah Tua di Jakarta, Pemprov Siapkan Perbaikan Bertahap
-
Singkirkan Belanda Tanpa Ampun, Italia Tantang Brasil di Semifinal VNL Putri 2026
-
Evaluasi MBG Dipertanyakan, Minimnya Pelacakan Penyebab Keracunan Jadi Sorotan
-
Review Serum Glow FX Glow Bomb, Harga Rp30 Ribuan Ampuh Libas Bekas Jerawat Tanpa Perih
-
Lupakan Lari Ngos-ngosan, Ini Alasan Slow Jogging Lebih Efektif Bakar Lemak