"Virus corona mungkin telah ada sejak lama sebelum manusia ada. Tapi sangat sulit untuk mengatakan apakah virus yang menyebabkan evolusi ini juga merupakan virus Corona, meskipun tampaknya teori tersebut masuk akal," kata Joel Wertheim, profesor di Departemen Kedokteran University of California.
Enard setuju bahwa patogen purba yang menjangkiti nenek moyang manusia, mungkin bukan virus Corona, tetapi itu kemungkinan jenis virus lain yang kebetulan berinteraksi dengan sel manusia dengan cara sama, seperti dilakukan virus Corona.
Walau begitu, kelompok peneliti lain baru-baru ini menemukan bahwa sarbecovirus, keluarga virus Corona mencakup SARS-CoV-2, pertama kali berevolusi 23.500 tahun lalu, sekitar waktu yang sama dengan varian gen mengkode protein terkait virus Corona pertama kali muncul pada manusia.
Meskipun temuan ini menarik, Enard mengatakan, tidak ada bukti bahwa adaptasi gen purba ini membantu melindungi manusia modern dari SARS-CoV-2.
Sebaliknya, faktor sosial dan ekonomi, seperti akses ke perawatan kesehatan, kemungkinan memainkan peran yang jauh lebih besar daripada gen yang terkena Covid-19.
Berita Terkait
-
Terinfeksi Virus Corona Usai Suntik Vaksin Covid-19 Pertama? Ini Kata Ahli!
-
Waspadai Kasus Covid, Australia Pertimbangkan Setop Penerbangan dari India
-
Korea Selatan Laporkan Kasus Covid-19 Varian Baru
-
Tekan Virus Covid-19, Turki Terapkan Lockdown hingga usai Idul Fitri
-
Varian Virus 12 WN India Positif Covid di Jakarta Belum Teridentifikasi
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan