Suara.com - Kebiasaan multitasking kerap punya keuntungan dalam mempercepat selesainya tugas. Rupanya, multitasking juga berdampak buruk bagi seseorang.
Menurut penelitian psikolog klinis dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Pritta Tyas Mangestuti, terutama para ibu yang punya kebiasaan multitasking bisa sangat menghabiskan energi sehingga menyebabkan kelelahan.
"Multitasking ini sangat menghabiskan energi, membuat kita kelelahan, bisa menurunkan IQ kalau terlalu sering multitasking," kata dia dilansir laman Antara, Minggu (11/7/2021).
Dampak buruk multitasking sudah diperlihatkan berbagai studi.
Studi pada 2008 yang dilakukan peneliti dari University of Utah, Amerika Serikat menemukan seseorang mungkin perlu waktu lebih lama untuk menyelesaikan dua tugas sekaligus, ketimbang mengerjakannya secara terpisah.
Selain itu, studi dari University of California Irvine menunjukkan, ada risiko orang hubungan antara stres dan multitasking.
Menurut peneliti, pegawai yang tidak memiliki akses ke email kantor melakukan lebih sedikit multitasking, karenanya tidak terlalu stres.
Sementara itu, pegawai yang memiliki akses ke email kantor sehingga menerima aliran pesan tetap berada dalam mode waspada tinggi terus-menerus dengan detak jantung yang lebih tinggi.
Multitasking berisiko membuat seseorang kehilangan sesuatu.
Baca Juga: Tikungan Masih Jadi Masalah Utama Fitur Adaptive Cruise Control Mobil
Sebuah studi pada 2009 dari Western Washington University, menemukan, sebanyak 75 persen mahasiswa yang berjalan melintasi alun-alun kampus sambil berbicara di ponsel, mereka tidak melihat badut mengendarai unicycle di dekatnya.
Para peneliti menyebut ini "kebutaan yang tidak disengaja".
Menurut mereka, meskipun pembicara ponsel secara teknis melihat sekeliling mereka, tidak ada yang benar-benar terekam di otak mereka.
Hal lain yang tak kalah penting, saat melakukan dua hal sekaligus misalnya membaca buku diselingi menonton televisi, seseorang akan kehilangan detail penting dari salah satu atau keduanya.
Menyela satu tugas untuk tiba-tiba fokus pada yang lain bisa cukup untuk mengganggu memori jangka pendek.
Multitasking membutuhkan banyak hal yang dikenal sebagai memori kerja.
Ketika memori kerja habis, maka dapat menghilangkan kemampuan seseorang untuk berpikir kreatif, menurut penelitian dari University of Illinois di Chicago.
"Terlalu banyak fokus sebenarnya dapat merusak kinerja pada tugas pemecahan masalah yang kreatif. Dengan begitu banyak hal yang sudah terjadi di kepala mereka, para multitasker sering merasa lebih sulit untuk melamun dan menghasilkan 'momen a ha' yang spontan," demikian kata peneliti.
Berita Terkait
-
Pegawai Biologi LIPI WFH Mulai Hari ini, Virus COVID-19 Varian India Ditemukan di Karawang
-
Langka! Penampakan Pluto Ketika Diterangi Matahari
-
Siap Susul China, India Akan Kirim Astronot ke Luar Angkasa
-
Awas! Dari Jakarta hingga Surabaya, Daftar Wilayah Indonesia Ini Terancam Tenggelam 2050
-
Viral Foto Wanita Antre di Bandara, Pas Dizoom Publik Kaget Lihat Hal Ini
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
8 Rekomendasi Laptp Murah RAM Besar di Bawah Rp 10 Juta, Cocok untuk Pelajar dan Mahasiswa
-
Registrasi Kartu SIM Pakai Biometrik Mulai Berlaku, XLSMART Ungkap Nasib Pelanggan Lama
-
XLSMART dan Kemnaker Luncurkan Future Ready, Siapkan 1 Juta Talenta Digital dan 1.000 Peluang Kerja
-
Sony Berhenti Produksi Game Fisik PlayStation mulai 2028, Hanya Digital Saja!
-
3 Pilihan HP Samsung 3 Kamera Belakang Termurah, Hasil Foto Tajam dan Performa Kencang
-
Indosat dan Arsari Bangun Tulang Punggung Internet Indonesia, Kelola Fiber 86.000 Km
-
Lenovo Rilis Edisi Khusus FIFA World Cup 2026 untuk Yoga, Legion, dan Legion Tab Terbatas!
-
Kolom Komentar Instagram Dipenuhi Spam Judi Online, Pakar Siber Minta Platform Bertindak Tegas
-
OPPO Find X9s vs iPhone 17 Pro: Saat Flagship Compact Paling Affordable Menantang iPhone
-
TikTok Buka Suara soal Isu PHK Tokopedia, Benarkan Restrukturisasi Divisi R&D