Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempercepat pembuatan kode respons cepat atau QR Code di sejumlah tempat usaha untuk mendukung pergerakan ekonomi saat PPKM Level 3 di Ibu Kota.
Rencana ini disampaikan Anies setelah pada awal pekan ini ia meneken Keputusan Gubernur Nomor 1072 tahun 2021 tentang PPKM level tiga di Jakarta, yang mewajibkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di pasar swalayan dan supermarket.
Aplikasi PeduliLindungi akan digunakan untuk memindai QR Code yang terpasang di ruang-ruang publik di Jakarta dan wilayah lain di Indonesia. Ia akan berfungsi antara lain untuk menyampaikan informasi soal tes Covid-19 dan vaksinasi serta pelacakan orang yang positif atau berpotensi positif.
"Kami akan percepat proses pembuatan QR Code supaya lebih cepat lagi kita bergerak," kata Anies Baswedan di Jakarta, Rabu (8/9/2021).
Menurut dia, pembuatan kode QR di tempat usaha seperti restoran dan pabrik mengalami kendala karena terbatas. Padahal perekonomian dapat bergerak salah satunya dibantu oleh beberapa kegiatan usaha yang sudah boleh dimulai meski beberapa di antaranya masih tahap uji coba.
Selama pelonggaran PPKM Level 3 di Jakarta sejumlah tempat usaha di antaranya mal dan pusat perbelanjaan sudah diperbolehkan buka terbatas dalam masa uji coba. Salah satu syaratnya untuk bisa masuk mal adalah dengan memindai QR code aplikasi PeduliLindungi.
Begitu juga ketika memasuki tempat wisata seperti Ancol, restoran, rumah makan atau kafe di ruang terbuka atau berada di gedung tersendiri, juga memerlukan pindai kode QR menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat ekonomi di Ibu Kota tumbuh mencapai 10,91 persen pada triwulan II-2021 atau lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu yang mengalami kontraksi 8,33 persen.
BPS DKI Jakarta memperkirakan melesatnya pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota salah satunya didorong pelonggaran kegiatan ekonomi dan sosial saat PPKM. [Antara]
Baca Juga: Swalayan dan Hypermarket di Jakarta Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi
Berita Terkait
-
Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan
-
Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
-
Waspada Quishing, Modus Penipuan Baru via Scan QR Code yang Bisa Menguras Rekening
-
Modus Baru Solar Subsidi Terbongkar, QR Code MyPertamina Dipakai Berulang hingga Diblokir
-
Dari Masjid Nabawi, Anies Berdoa agar Aib Pelaku Kejahatan Dibuka Allah
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda