Suara.com - Direktur Eksekutif SAFEnet, Damar Juniarto menganjurkan masyarakat untuk tidak memberi akses lokasi kepada aplikasi PeduliLindungi saat sedang berada di rumah demi melindungi privasi.
Anjuran itu disampaikan Damar mengingat PeduliLindungi kini telah berubah dari aplikasi pelacakan kontak menjadi peranti sentral bagi masyarakat yang kembali beraktivitas di luar rumah.
Damar mengatakan masyarakat Indonesia saat ini sangat tergantung pada PeduliLindungi. Sebab aplikasi ini menjadi kewajiban untuk bepergian ke ruang publik atau menggunakan transportasi umum.
"Dulu, PeduliLindungi itu kan hanya untuk contact tracing. Sekarang, aplikasi bisa digunakan lebih dari itu, bisa untuk akses vaksinasi, untuk masuk mal, dan tempat-tempat lain," kata Damar dalam sebuah diskusi yang digelar Kata Data, Kamis (16/9/2021).
Untuk itulah, masyarakat harus paham cara kerja aplikasi PeduliLindungi, khususnya terkait perizinan akses lokasi yang selalu muncul di back-end.
"PeduliLindungi ini kan selalu meminta akses lokasi secara real-time, nah kita harus tahu bagaimana dampak dari pemakaian izin itu," ujarnya.
Damar menyarankan, alangkah baiknya masyarakat hanya perlu mengizinkan akses lokasi apabila mereka bepergian ke tempat publik. Namun jika mereka hanya di rumah, maka tidak perlu diberikan akses lokasi.
"Kita bisa menonaktifkan akses lokasi itu apabila hanya sekadar di ruang-ruang privat seperti rumah, atau tempat yang sekiranya privasi. Tapi kalau mau ke tempat publik seperti mal, baru kita berikan akses lokasi ke PeduliLindungi," tegas Damar.
Sebelumnya Damar juga mengkritik PeduliLindungi sebagai aplikasi yang dirancang dan dikembangkan dengan prinsip tambal sulam. Ia mengatakan aplikasi besutan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Telkom itu abai terhadap tiga prinsip perlindungan privasi, yakni privacy by design, privacy by standard, dan data protection impact assessment.
Baca Juga: SAFEnet: PeduliLindungi Dikembangkan dengan Prinsip Tambal Sulam
"Nah saya rasa tiga itu yang absen dari PeduliLindungi, sehingga aplikasi itu sifatnya tambal sulam," ujarnya.
Damar tak menampik, PeduliLindungi memang kini mulai rutin untuk menambah fitur perlindungan. Sebab, setiap kali ada laporan terkait kelemahan aplikasi, developer PeduliLindungi kerap memberikan patch perbaikan.
Namun ia menilai, PeduliLindungi tetap tak bisa dikatakan bahwa itu cukup baik untuk melindungi data pengguna. Sehingga, aplikasi tersebut perlu diperhatikan dan terus diperbaiki.
Berita Terkait
-
Ribuan Iklan Rokok 'Serbu' YouTube dan Anak-anak Jadi Target Utama, Aturan Pemerintah Loyo?
-
SAFEnet Ungkap Sejumlah Warga Kena Doxing Imbas Demo Agustus: Identitas Disebar Diedit DPO Polisi!
-
Ironi Penegakan Hukum: Jadi Korban Doxxing, Aktivis Khariq Anhar Justru Jadi Tersangka
-
Tarif Impor vs Kedaulatan Data: SAFEnet Peringatkan Bahaya Serius di Balik Perjanjian Dagang RI-AS
-
Perusahaan Asing Bisa Kelola Data Pribadi Warga Jika RI Ikut Kesepakatan Trump
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
HP Murah Terbaru Harga Cuma Sejutaan, Honor Play 70C Usung Desain Mirip iPhone 16 Pro
-
QRIS IndonesiaChina Resmi Meluncur, Netzme Bikin UMKM Bisa Terima Alipay dan UnionPay
-
Sempat Menghilang 10 Tahun, Ubisoft Bangkitkan Kembali Game Perang RUSE
-
Laptop AI Asus 2026 Resmi Rilis di Indonesia, Zenbook DUO Layar Ganda hingga Vivobook Copilot+ PC
-
Ponsel Misterius Motorola Lolos Sertifikasi Komdigi, HP Lipat Gahar Razr Fold?
-
5 HP Murah Terlaris Global Q1 2026: Samsung Galaxy A Memimpin, Redmi Bersaing
-
Cari Smartband Murah dengan AOD? Ini 5 Rekomendasi Terbaik 2026
-
Salah Satu Tablet Terkencang di Dunia, Lenovo Legion Tab Gen 5 Mulai Dipasarkan
-
Sukses Usai Debut, Capcom Siap Kembangkan IP Pragmata Lebih Lanjut
-
5 Aplikasi Tanda Tangan Digital 2026: Privy, DocuSign hingga Adobe Sign, Mana Legal di Indonesia?