Suara.com - Southeast Asia Freedom of Expression Network atau SAFEnet menerima laporan doxing yang dialami sejumlah masyarakat sipil usai mengunggah seruan aksi demonstrasi di media sosial yang berlangsung pada 25-31 Agustus 2025.
Berdasarkan aduan yang diterima SAFEnet upaya doxing yang dialami sejumlah warga berupa pesan yang dikrimkan dari orang tak dikenal.
"Intimidasi yang mereka dapatkan adalah chat dari nomor tidak dikenal yang menyertakan foto korban yang diedit seolah-olah korban ada pelaku kejahatan, lengkap dengan data pribadi korban," tulis Safenet di akun Instagram resminya @safenetvoice dikutip Suara.com, Kamis (4/9/2025).
Pesan tersebut kemudian dikirimkan kepada orang terdekat korban seperti orang tua atau saudara. Pesan yang dikrimkan disertai dengan perintah menghapus akun dengan ancaman foto yang diedit akan disebar ke kontak korban.
"Pertanyaan besar selain siapa pelakunya adalah, siapa pihak yang punya akses sangat besar untuk mendapatkan data pribadi korban?" tulis Safenet.
Dalam postingan akun Instagram Safenet, turut menyertakan beberapa tangkapan layar pesan yang diterima suadara korban.
"Kasih tahu anak Anda agar hapus akun Twitter-nya sekarang juga atau ku sebarkan ini ke kontak handphone anda sekarang juga," bunyi salah satu pesan.
Terdapat pula poster DPO dengan foto korban lengkap dengan identitas pribadi seperti NIK, alamat hingga nama lengkap.
"Ini tentu modus yang sangat sistematis dan hanya dilakukan oleh mereka yang punya kuasa, termasuk kuasa pada akses data pribadi warga Indonesia," tulis Safenet.
Berita Terkait
-
Makin Ditekan Makin Melawan! Delpedro Marhaen Tulis Surat di Penjara usai Dicap Provokator Kerusuhan
-
Ferry Irwandi Siap Dipenjara, Istri Pasang Badan: Gak Ada Boleh Ngapa-ngapain Ayang, Kecuali Aku!
-
Polemik Ijazah Jokowi Belum Usai, Gibran Digugat soal Ijazah: Diminta Bayar Ganti Rugi Rp125 Triliun
-
Banyak Orang Hilang Semasa Demo, Fedi Nuril Sentil Budiman Sudjatmiko: Terasa Familiar?
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
Terkini
-
Jaksa Agung Peringatkan Penegakan Hukum Bisa Lumpuh, Usulkan Tambahan Anggaran Rp7,49 Triliun
-
Lewat Sistem Digital, Presiden Prabowo Awasi Kinerja Kemenkum dari Satu Layar
-
Daftar Perjalanan Kereta Api Batal Hari Ini, Cek Cara Refund Tiket 100 Persen
-
BGN Klaim Kejadian Gangguan Pencernaan MBG Turun Signifikan Seiring Penambahan SPPG
-
Anti-Tersesat! 6 Fakta Gelang RFID, Syarat Wajib Baru Mendaki Gunung Gede Pangrango
-
Kepala BGN: Anak Hasil Pernikahan Siri dan Putus Sekolah Wajib Dapat MBG
-
Terjaring OTT, Wali Kota Madiun Diduga Terima Suap Berkamuflase Dana CSR
-
Bukan Cuma Bupati Pati Sudewo, KPK Juga Tangkap Camat dan Kepala Desa
-
Kata Dasco soal Usulan Pilkada Via E-Voting: Semua Akan Dikaji, Terutama Keamanannya
-
Viral Menu Kering MBG Disebut Jatah 2 Hari, Kepala SPPG Bekasi: Itu Salah Paham