- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan memperkenalkan kebijakan label Nutri-Level A-D untuk menginformasikan kandungan gula, garam, dan lemak produk pangan.
- Pelaku industri pangan menyatakan kesiapan untuk mematuhi kebijakan yang telah dibahas bersama pemerintah selama dua tahun terakhir tersebut.
- Penerapan label ini bertujuan memudahkan konsumen dalam memahami risiko kesehatan guna menekan prevalensi berbagai jenis penyakit katastropik masyarakat.
Suara.com - Pemerintah memastikan respons industri terhadap kebijakan label gizi Nutri Level A–D sejauh ini tidak menunjukkan penolakan berarti. Meski masih bersifat imbauan, pelaku usaha disebut siap mengikuti aturan tersebut.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengatakan keterlibatan industri sejak awal menjadi faktor utama minimnya resistensi terhadap kebijakan ini.
“Industri akan ikut. Itu kan baru, belum mandatori tapi himbauan. Sampai saat ini industri pasti akan ikut. Karena pembahasannya juga mengikutsertakan industri, nggak cuma otoritas kesehatan aja,” ujar Dante kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Label Nutri-Level sendiri merupakan sistem penilaian kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) pada produk makanan dan minuman, yang diklasifikasikan dari level A hingga D.
Kebijakan ini diarahkan untuk membantu konsumen memahami risiko kesehatan secara lebih sederhana melalui tampilan di kemasan.
Dante menyebut pembahasan kebijakan ini bukan proses singkat. Pemerintah telah melibatkan pelaku industri selama dua tahun terakhir sebelum tahap implementasi dimulai.
“Udah dari 2 tahun yang lalu kita bahas ini bersama industri dan ternyata industri happy-happy aja,” katanya.
Ia juga menilai sebagian pelaku usaha, khususnya perusahaan multinasional, sudah familiar dengan skema pelabelan serupa di negara lain. Hal ini membuat adaptasi di Indonesia relatif lebih mudah.
“Banyak industri-industri multinasional yang juga sebenarnya melakukan hal ini di beberapa negara dan itu hasilnya bagus,” ujar Dante.
Baca Juga: Penjualan Kendaraan Listrik di Indonesia Perlahan Mulai Geser Dominasi Mesin Konvensional
Nutri level tersebut berupa informasi tingkatan kadar gula, garam, dan lemak yang ditetapkan berdasarkan level A-D dengan warna tertentu, mulai dari paling sehat hingga tidak sehat.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya telah menjelaskan bahwa menonjolkan kandungan gula, garam, dan lemak pada produk pangan penting dilakukan karena ketiga kandungan tersebut jadi penyebab dari berbagai penyakit katastropik bila dikonsumsi berlebihan.
Imbauan kebijakan pencantuman nutri level itu berlaku bagi industri pangan siap saji di gerai dan restoran yang akan diawasi oleh Kemenkes. Serta industri produk pangan kemesan yang dijual di supermarket dalam penhawasan BPOM.
Berita Terkait
-
Wamenkes Akui Dapat Laporan Dugaan Malpraktik Angkat Rahim di RS Muhammadiyah Medan
-
Cerita Wamenkes Dante Hadapi Pasien yang Sebut Vaksin Hanya Akal-akalan Pemerintah
-
Serap Ribuan Pekerja, Investasi Anak Usaha Harita Group di KIPP Didukung DPRD Kayong Utara
-
Penjualan Kendaraan Listrik di Indonesia Perlahan Mulai Geser Dominasi Mesin Konvensional
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari
-
Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang
-
Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo
-
Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo
-
Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran
-
Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global
-
Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola
-
Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik
-
Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal
-
Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!