Suara.com - Akses internet yang merata hingga ke berbagai wilayah Indonesia diyakini bisa mendorong tercapainya agenda pemberdayaan perempuan terutama dalam pemanfaatan teknologi digital.
"Kita harus memastikan akses internet tersedia secara merata," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika sekaligus Ketua Digital Economy Working Group (DEWG) G20, Mira Tayyiba, dalam webinar, Jumat (11/2/2022).
Mira melihat, sejak pandemi banyak usaha mikro yang dimiliki dan dikelola perempuan bermunculan. Mereka muncul bertepatan dengan pembatasan aktivitas fisik, di mana mau tidak mau bisnis harus masuk platform digital agar bisa berjalan dan bertahan.
Berbisnis dengan memanfaatkan teknologi digital menunjukkan ada nilai ekonomi dan pemberdayaan, menurut Mira. Guna mendorong pemberdayaan perempuan, terutama dalam bidang ekonomi digital, diperlukan akses internet yang merata.
Selain akses internet, Kominfo melihat literasi digital juga berperan penting dalam pemberdayaan perempuan. Ketika perempuan sudah mendapatkan akses ke internet, dia juga perlu tahu bagaimana cara menggunakannya dengan baik.
Pemerintah mengharapkan internet digunakan untuk kegiatan yang positif dan produktif.
Memiliki kecakapan digital tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi, tapi juga kenyamanan dan keamanan di ruang digital. Ketika memiliki kecakapan digital perempuan tidak mudah mengonsumsi hoaks dan menyebarkannya.
"Perempuan juga memiliki kontribusi untuk menghentikan hoaks," kata Mira.
Isu pemberdayaan perempuan, menurut Mira, akan dibahas dalam berbagai engagement group dan working group Presidensi G20 Indonesia.
Baca Juga: Kominfo: Ruang Digital Belum Ramah Anak
Indonesia terpilih menjadi Presidensi G20 yang akan berlangsung sepanjang tahun ini. Puncak acara, yaitu Konferensi Tingkat Tinggi G20, akan berlangsung di Bali pada November mendatang.
Selain Presidensi G20, Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika menjadi pemimpin dalam Digital Economy Working Group (DEWG), yang merupakan peningkatan dari Digital Economy Task Force (DETF).
DEWG mengangkat tiga isu prioritas, yaitu konektivitas dan pemulihan pascaCOVID-19, talenta dan literasi digital, dan arus data lintas batas negara yang terpercaya. [Antara]
Berita Terkait
-
PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan
-
Dari Pesisir Sorong, Ibu Ragaia Wujudkan Rumah Layak dan Pendidikan Anak Bersama PNM Mekaar
-
Konten Edukasi Semakin Banyak, tetapi Mengapa Polarisasi Tetap Tinggi?
-
Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga
-
Peringati Hari Kartini: BRI Terus Dukung Pemberdayaan Perempuan untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
XLSMART Satukan Pemerintah, Industri dan Akademisi Sambut Arah Baru Indonesia di Era AI, Data dan 5G
-
Minecraft Dungeons II Siap Hadir Tahun Ini: Sekuel Dungeon Crawler yang Lebih Epik
-
7 Fitur Menarik di iOS 27: Optimalkan AI, Performa Diklaim Lebih Kencang
-
ASUS ExpertCenter D700 Mini Tower, Solusi Andal untuk Operasional Bisnis Modern
-
Bujet Rp1,5 Juta Dapat HP Xiaomi Seri Apa? Ini 5 Pilihan dengan RAM hingga 6 GB
-
5 HP Infinix Harga Rp1 Jutaan Juni 2026: RAM Besar, Lancar untuk Multitasking sampai Gaming
-
Bocoran Harga Infinix Hot 70 Pro 5G, Andalkan Chip Dimensity 7100 Terbaru
-
31 Update Terbaru Apple di WWDC 2026: Dari iOS 27 hingga Siri AI yang Makin Pintar
-
OnePlus Siapkan HP Baru dengan Baterai 10.000 mAh dan Chip Flagship Anyar
-
Rp2 Jutaan dapat Tablet Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Multitasking