- PINTU dan Universitas Paramadina menggelar program literasi digital "Cek Sebelum Cekcok" untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap hoaks, deepfake, dan ancaman siber berbasis AI.
- Peserta dibekali tips mengenali hoaks, menghindari penipuan digital, menerapkan prinsip "saring sebelum sharing", serta tidak mudah percaya dan mengklik tautan mencurigakan.
- AI didorong untuk dimanfaatkan secara positif guna meningkatkan produktivitas dan aktivitas sehari-hari, di tengah meningkatnya ancaman penipuan digital di Indonesia.
Suara.com - PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset crypto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berkolaborasi dengan Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina untuk mendukung peningkatan literasi digital masyarakat.
Melalui program bertajuk “Cek Sebelum Cekcok”, program literasi tersebut berfokus pada penyuluhan mengenai kewaspadaan terhadap bahaya hoaks, deepfake video, hingga ancaman siber yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Kegiatan yang diselenggarakan pada 4 Juli 2026, bertempat di Trimedia Green Park, Bintara, Bekasi, Jawa Barat ini dihadiri sekitar 150 warga Kota Bekasi dan mendapat dukungan dari berbagai pihak di antaranya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang diwakili Ketua Tim Pembinaan Komunikasi Publik Daerah Kemkomdigi Dimas Aditya Nugraha, Chairun Nisa selaku Anggota DPRD Kota Bekasi, Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina Rini Sudarmanti, dan Reyner Jonathan selaku Senior Product Marketing Specialist Pintu.
Timothius Martin, Chief Marketing Officer (CMO) PINTU menjelaskan, "Kolaborasi PINTU dengan Universitas Paramadina merupakan bentuk komitmen serta tanggung jawab PINTU akan pentingnya literasi digital guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi ancaman siber, sekaligus agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi untuk manfaat sebesar-besarnya."
"Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi serta landasan bagi masyarakat yang lebih cerdas digital,” imbuhnya.
Chairun Nisa, anggota DPRD Kota Bekasi, dalam sambutannya menjelaskan, "Kota Bekasi memiliki jumlah penduduk sebanyak 2,8 juta orang dengan pengguna internetnya ada 2,2 juta orang. Kita bersyukur dikunjungi dan diadakan acara ini di Kota Bekasi, karena kita wajib menjadi bagian dari sumber daya manusia (SDM) Kota Bekasi yang cerdas digital."
"Karena kita tahu hampir setiap orang saat ini menghabiskan waktunya berlama-lama di sosial media, maka dari itu, perlu untuk melindungi kita semua dari praktik penipuan digital," sambungnya.
Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina, Rini Sudarmanti dalam paparannya memberikan imbauan kepada peserta, "Masyarakat, khususnya Ibu-ibu, perlu mengenali ciri hoaks agar tidak terjebak informasi keliru. Kita harus curiga jika ada judul yang lebay, foto atau video hasil rekayasa AI, serta 'sumber hantu' yang tidak jelas nama ahlinya."
"Waspadai juga narasi bombastis yang memaksa untuk menyebarkan berita demi memicu kepanikan. Jika menemukannya, jangan menebak-nebak, melainkan manfaatkan panduan gambar resmi dari pemerintah untuk mengecek kebenarannya. Gunakan formula verifikasi mandiri: tarik napas, cek faktanya, cari dari sumber kredibel, lalu luruskan secara santun," jelasnya.
"Melalui kemudahan pengecekan digital saat ini, ibu-ibu sebagai tiang keluarga memegang kendali utama untuk mengedukasi anak-anak dan suami demi membentengi keluarga dari ancaman informasi yang menyesatkan."
Ketua Tim Pembinaan Komunikasi Publik Daerah Kemkomdigi, Dimas Aditya Nugraha, dalam acara yang sama mengungkapkan, "Mayoritas orang Indonesia ketika dapat informasi yang bersifat hoaks, kemampuan identifikasinya itu beragam."
"Sekitar 7 persen sangat yakin dengan informasi tersebut, 25 persen yakin, dan 45 persen bimbang antara yakin dan tidak yakin. Jadi sangat penting bagi kita melakukan saring sebelum sharing agar terhindar dari praktik manipulasi informasi," paparnya.
Senior Product Marketing Specialist PINTU, Reyner Jonathan memberikan tips bagi peserta untuk terhindar dari penipuan dalam finansial serta manfaat penggunaan AI.
"Banyak sekali penipuan yang menggunakan AI yang juga menyasar kalangan ibu-ibu. Pertama jika mendapatkan informasi yang belum jelas sumbernya, tanamkan sifat tidak mudah percaya, kedua jangan panik, ketiga cek sumbernya, lihat nomornya, jika mengatasnamakan institusi tertentu bisa dicek dulu ini benar nomor resminya atau bukan, dan jangan klik link sembarang maupun link phishing," paparnya.
Reyner menambahkan, “AI juga memiliki banyak manfaat bisa dipergunakan untuk hal yang positif. Misalnya bagi ibu-ibu yang suka masak bisa bertanya resep masakan, atau bagi yang sedang mencari barang tertentu dan ingin melakukan komparasi produknya, bisa menggunakan AI.
Berita Terkait
-
Dukung Liburan Sekolah Makin Seru, Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi
-
UI Luncurkan Aplikasi MAKA, Media Belajar Berbasis Gamifikasi untuk Anak Usia 3-8 Tahun
-
Komdigi Ancam Blokir 22 Platform Digital, Ada Qatar Airways dalam Daftar
-
Aksi Berjalan di Atas Bara Api Warnai Perayaan Shejit Dewa Bumi di Bekasi
-
Jejak Kelam Tenda Biru Bekasi: 8 Anak Dijual Jadi PSK, Omzet Tembus Rp1,7 Miliar
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent
-
IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan
-
Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh
-
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026
-
IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang
-
Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026
-
Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta
-
Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit
-
Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat