Suara.com - Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) Bima Laga mengatakan bahwa perlu ada kolaborasi dari setiap pemangku kepentingan atau stakeholder dalam upaya pengembangan talenta digital di Indonesia.
"Memang kita masih terus perlu mengembangkan kemitraan antar pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas keterampilan yang penting bagi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia," ujar Bima Laga saat diskusi virtual, Rabu.
Menurut Bima, pertumbuhan digital khususnya e-commerce di Indonesia memang tidak akan pernah terlepas dari upaya peningkatan kualitas talenta digital, baik dari para pekerja perusahaan e-commerce maupun para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Apalagi, di tahun 2030, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi di mana sekitar 60 persen dari total penduduk berada di usia produktif dan hal tersebut harus benar-benar dioptimalkan.
"Dan ini adalah tugas bersama bagi semua pemangku kepentingan, baik dari pemerintah, sektor pendidikan, maupun sektor swasta," kata Bima.
IdEA sendiri, sebagai satu-satunya asosiasi industri e-commerce di Indonesia, lanjut Bima, telah melakukan berbagai program kemitraan dan kegiatan untuk mendukung pengembangan digital di Indonesia, salah satunya melalui kegiatan IdEA Works.
Bima mengatakan, IdEA Works diselenggarakan untuk menjaring lebih banyak talenta digital, khususnya di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang siap kerja sesuai dengan kebutuhan industri.
"Jadi, di IdEA Works itu, dari SMA sudah diberitahukan kira-kira ada job seperti apa saja yang ada di industri e-commerce Indonesia," imbuh Bima.
Dengan program tersebut, menurut Bima, para siswa akan lebih mudah menentukan jurusan kuliah yang akan ambil sesuai dengan pekerjaan impian mereka.
Baca Juga: Pengembangan Talenta Digital Indonesia Harus Digencarkan
"Tentunya, kami juga mendukung dan memfasilitasi anggota-anggota kami termasuk program Kampus Merdeka dan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang di mana IdEA menjadi salah satu mitra penyelenggara berkolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga," ujar Bima.
Berita Terkait
-
Indosat Gandeng Kemnaker dan Wadhwani, Siapkan 1 Juta Talenta Digital AI di Indonesia
-
Lenovo Idea Tab Pro Gen 2: Tablet Midrange Rasa Premium dengan Snapdragon Kencang
-
Kenaikan Ongkos Kirim di Marketplace Tak Bisa Dibendung
-
XLSMART Latih 25 Ribu Siswa Jadi Talenta Digital, Fokus pada Kreator Konten dan Skill Teknologi
-
Turnamen Esports Berbasis Cyber Security Resmi Diumumkan
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Update Harga HP Baru Rilisan 2026 dari Berbagai Merek, Mulai Rp1 Jutaan
-
23 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Mei 2026: Spesial Akhir Pekan Banjir Rank Up Koin
-
38 Kode Redeem FF Terbaru 31 Mei 2026: Klaim Cepat SG2 Golden dan MP40 Cobra
-
Terpopuler: HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik, Fenomena Langka Blue Moon pada 31 Mei 2026
-
Snapdragon C Resmi Diumumkan, Prosesor Baru Qualcomm untuk Laptop Murah, Baterai Tahan Seharian
-
Viral Game Simulasi Kereta Buatan Indonesia Banjir Pujian di Jepang, Grafis Menawan!
-
Deretan Fitur Ugreen EchoBuds Magic, Lengkap dengan Kelebihan dan Kekurangannya
-
Asus TUF Gaming F16 dan A16 Resmi Pakai RTX 50-Series, Tangguh Berstandar Militer
-
Tablet Apa yang Cocok untuk Pelajar? 5 Pilihan Tab Rp1 Jutaan dengan Spek Dewa dan Baterai Badak
-
India 'Buang Muka' dari Sawit Indonesia, Harga Referensi CPO Juni 2026 Terkoreksi 1,91 Persen