Suara.com - Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan Indonesia sudah bisa membuat bahan bakar nuklir untuk Reaktor Serba Guna GA Siwabessy yang berada di Kawasan Nuklir Serpong di Tangerang Selatan, Banten, secara mandiri.
"PT INUKI (PT Industri Nuklir Indonesia) sudah bisa membuat bahan bakar sendiri sejak tahun 1990-an. Artinya secara kemampuan untuk fabrikasi bahan bakar, Indonesia sudah sangat mampu," kata pranata nuklir ahli utama ORTN BRIN Suryantoro dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (23/3/2022).
Suryantoro menuturkan dalam pengoperasian Reaktor Serba Guna GA Siwabessy selama 30 tahun lebih, belum pernah terjadi kecelakaan dan tidak ada masalah sampai saat ini. Hal tersebut menunjukkan bahan bakar karya anak bangsa itu sudah sangat sesuai dengan standar.
Untuk operasional sehari-hari Reaktor Serba Guna GA Siwabessy dijalankan dengan besar kapasitas 15 MW untuk efisiensi. Kapasitas itu sudah mencukupi untuk menjalankan sejumlah kegiatan di antaranya kegiatan penelitian, produksi isotop untuk bidang industri hingga kesehatan, tes maupun uji material dan percobaan ilmu pengetahuan.
"Dijalankan sepenuhnya oleh tenaga ahli Indonesia, reaktor- reaktor nuklir yang dikelola ORTN telah berfungsi selama puluhan tahun dengan aman dan selamat tanpa mengalami insiden," katanya.
Ia menjelaskan, proses pengamanan di reaktor nuklir memakai sistem keselamatan berlapis untuk meminimalisir dampak kerusakan ke manusia dan lingkungan sekitar.
Selain pengembangan bahan bakar nuklir, menurut dia, ORTN BRIN juga mampu mengelola limbah radioaktif dari seluruh wilayah Indonesia.
Limbah radioaktif tersebut antara lain berasal dari kegiatan industri yang menggunakan zat radioaktif, seperti Cobalt 60, Caesium-137, dan Crypton-85 serta limbah yang berasal dari penggunaan zat radioaktif di rumah sakit, khususnya dari bidang kedokteran nuklir.
Suryantoro mengatakan pemanfaatan energi nuklir di Indonesia saat ini sudah cukup optimal terutama di bidang non energi, yakni bidang kesehatan, industri, pertanian dan akselerator untuk energi listrik.
Baca Juga: BRIN Danai 45 Riset via Skema Ekspedisi dan Eksplorasi
Di bidang kesehatan, teknologi nuklir bisa dimanfaatkan untuk terapi dan diagnosis penyakit kanker yang sudah digunakan di rumah sakit. Di bidang pertanian, diperoleh varietas unggul seperti kedelai dan padi. Di bidang industri, pemanfaatan teknologi nuklir berkaitan dengan penggunaan zat radioaktif. [Antara]
Berita Terkait
-
Mengapa Muka Air Danau Toba Terus Menurun? BRIN Ungkap Biang Kerok Sebenarnya
-
Tak Lagi Jadi Sampah, Bagaimana Peneliti BRIN Sulap Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Ramah Lingkungan?
-
Purwoceng Berstatus Kritis, Bisakah Varietas Unggul Menyelamatkannya?
-
Kerusakan Habitat Ancam Jahe Endemik Pulau Jawa, Bagaimana Penelitian DNA Bantu Menyelamatkannya?
-
Tanaman Malapari Berpotensi Jadi Komoditas Bioenergi, Bagaimana BRIN Dorong Pengembangannya?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Sailun Tekan Biaya Operasional Sektor Pertanian Indonesia Lewat Ban MAXAM
-
Dewa 19 Meriahkan Puncak Nommensen Festival
-
Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar
-
BPDP Kucurkan Rp 240 T untuk Program Biodiesel, Bikin RI Hemat Impor Rp 722,9 Triliun
-
YE (Kanye West) Siap Guncang GBK Oktober 2026, Jadi Satu-satunya Kota di Asia Tenggara
-
UIPM Beri Alasan Mengapa Jejaring Internasional Penting bagi Dunia Pendidikan
-
Kematian Janggal Sutrimo, Benarkah Terkait Kasus Eks Jampidsus?
-
Memantau Harimau yang Bikin Geger Warga di Pulau Burung Indragiri Hilir
-
KPK Dalami Lelang Jabatan Zulkarnain, Dugaan Mahar Pajero Sport ke Bupati Diusut
-
Korupsi Kepala Daerah Sudah Level Darurat, DPR Panggil Kemendagri dan Asosiasi Pemda Besok