Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika menilai literasi digital adalah salah satu cara untuk membantu masyarakat memahami pelindungan data pada tingkat dasar.
"Kami punya (program) berjenjang. Untuk masyarakat umum ada Indonesia Makin Cakap Digital," kata Tenaga Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Komunikasi dan Media Massa, Devie Rahmawati, dalam webinar Gizmo Talk: Tantangan Membangun Kedaulatan Digital Indonesia, Kamis (18/8/2022).
Indonesia menghadapi tantangan yang cukup besar selama dua tahun belakangan, pandemi membuat semua orang mendadak harus bisa menggunakan teknologi digital. Menurut Devie, ruang digital semestinya dipahami sebagai ruang publik.
Jika akun media sosial diibaratkan sebagai rumah digital, maka ada banyak orang yang bisa melihat isi rumah tersebut. Melalui program literasi digital, warganet diharapkan bisa lebih menyadari dan bijak soal apa yang mereka bagikan di media sosial.
Saat ini banyak ditemukan permainan di media sosial yang meminta pengguna menyebutkan data pribadi, seperti menyebutkan nama ibu kandung dan alamat rumah.
Ada kalanya seseorang tidak sadar dia sedang menyebarkan data pribadinya di media sosial, menurut Devie orang yang membagikan datanya di media sosial tidak melulu memiliki tingkat literasi yang rendah.
Edukasi mengenai pelindungan dan keamanan data menurut Devie tidak hanya soal bagaimana supaya data tidak bocor, tapi, juga apa yang harus dilakukan ketika data bocor.
Devie mengutip riset dari Universitas Gadjah Mada, bahwa masih ada korban data bocor, misalnya pinjaman online ilegal, yang enggan melapor antara lain karena malu dan menerima kejadian itu sebagai musibah.
Dia menyarankan korban melapor ke otoritas yang berwenang supaya kasus tersebut bisa ditelusuri. Dengan melapor, menurut Devie, ia juga membantu orang lain yang mengalami masalah serupa.
Baca Juga: Kadin: Pengesahan RUU PDP Tingkatkan Kepercayaan Konsumen dan Investor
Program Indonesia Makin Cakap Digital ditargetkan bisa menjangkau 10 juta masyarakat setiap tahun. Pada akhir 2024, diharapkan ada sekitar 50 juta orang yang terliterasi digital.
Menurut Devie, edukasi dan literasi digital tidak akan pernah berhenti karena masyarakat saat ini hidup di dua tempat, dunia nyata dan dunia maya, dan ruang digital yang terus berkembang. [Antara]
Berita Terkait
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Regulator Siapkan Aturan Khusus Turunan UU PDP, Jamin Konsumen Aman di Tengah Transaksi Digital
-
Viral Kuota Internet 50 GB Gratis Jelang Hari Kemerdekaan, Begini Penjelasan Resminya
-
Wamen Nezar Patria Sebut Pentingnya Digitalisasi buat Pengembangan Wilayah, Kenapa?
-
Tuntutan Berat untuk Eks Pegawai Kominfo: Denda Miliaran dan Penjara hingga 9 Tahun di Depan Mata
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Spesifikasi Lenovo Aurora GH15: Headset Gaming Murah dengan Baterai 1000 mAh
-
Vivo X Fold 6 Beri 'Sinyal Bahaya' pada Galaxy Z Fold 8, Apa Saja Fiturnya?
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026
-
Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan
-
Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru
-
Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google