Suara.com - Komisi IV DPR mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mengonfirmasi soal tarif masuk TN Komodo di Manggarai Barat, NTT yang dirumorkan akan naik menjadi Rp 3,75 juta pada awal 2023.
Ansy Lema anggota Komisi IV dari Fraksi PDI Perjuangan, dalam rapat dengar pendapat dengan KLHK di Gedung DPR, Senin (22/8/2022) mendesak Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono untuk menjelaskan isu kenaikan tarif yang diumumkan oleh Pemerintah Provinsi NTT dan Kemenparekraf.
"Jawaban Pak Sekjen kami catat sehingga waktu rapat kerja dengan Menteri LHK tidak bergeser, yang pertama ini bukan mandatory tapi opsional," cecar Ansy seperti dilansir dari Antara.
Sebelumnya Bambang dalam rapat tersebut mengatakan bahwa kenaikan tarif TN Komodo itu baru usulan dari Pemerintah Provinsi NTT. Ia mengatakan usulan tersebut masih dibahas dan yang berlaku masih tarif lama yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2014.
Lebih lanjut Ansy mendesak agar pengelolan TN Komodo mengedepankan pendekatan konservasi, tidak hanya wisata. Dalam hal ini, yang digunakan adalah pengelolaan berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Yang juga tak kalah penting adalah pelibatan masyarakat di sekitar kawasan TN Komodo.
Adapun dalam kesimpulan rapat dengar pendapat itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR, Dedi Mulyadi dari Fraksi Golkar mendesak KLHK untuk mengkaji kembali kenaikan tarif TN Komodo.
"Komisi IV DPR RI meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengkaji ulang usulan kenaikan tarif wisata alam di Taman Nasional Komodo," ujar Dedi.
Berita Terkait
-
Prabowo Disalip Dedi Mulyadi di Survei SMRC, Dasco: Survei Itu Naik Turun
-
Sempat Minta Video Call Karena Takut Penipuan, Satpam Fiktor Harefa Tolak Tawaran Kerja Dedi Mulyadi
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Dinilai Disfungsional, Terkesan Tak Percaya Polda Jabar
-
Tangkap Begal Dapat Rp50 Juta, Wamendagri Wanti-wanti Dedi Mulyadi Soal Koridor Hukum
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur