Suara.com - Google memikirkan keamanan anak dalam menuntut ilmu dengan video melalui fitur baru YouTube.
Player for Education baru YouTube akan memungkinkan video yang disematkan ke platform pendidikan online tertentu, berjalan bebas dari iklan, tautan eksternal, dan saran konten keluar.
Untuk saat ini, ditur tersedia untuk perencana pelajaran di Universitas Purdue, Purdue Global, dan EDpuzzle.
Sebagaimana melansir laman Android Police, Minggu (11/9/2022), semua ini digunakan pada platform milik mereka serta pelanggan di Google Class.
Pembuat konten pendidikan yang sukses di YouTube biasanya beralih ke kemitraan eksternal seperti Brilliant atau CuriosityStream untuk membantu mendanai proyek besar atau menghasilkan kursus terstruktur.
Namun mulai tahun depan, YouTube akan menjadi pilihan bagi para pembuat konten ini saat mereka membuka Kursus, yakni kumpulan video gratis atau berbayar yang dapat ditonton tanpa iklan dan diakses selamanya.
Kreator di AS dan Korea Selatan akan dapat memanfaatkan program Kursus terlebih dahulu.
Selain itu, kreator akan segera dapat memosting Kuis di tab Komunitas channel mereka.
Jawaban dapat ditautkan kembali ke titik waktu tertentu dalam video yang relevan.
Fitur ini akan dalam pengujian beta selama beberapa bulan sebelum go public pada 2023.
Baca Juga: 5 Ide Konten YouTube Modal HP bagi Pemula
Berita Terkait
-
Made by Google 2026 Akan Digelar Bulan Agustus, Pixel 11 Series Siap Debut?
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
-
Hakim Sebut Pengadaan Chromebook Nadiem Demi Keuntungan Google
-
Sikap Google Terhadap RUU Hak Cipta : Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia
-
Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Cara Memilih HP untuk Jangka Panjang, Awet Dipakai Bertahun-Tahun
-
Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Wajah Resmi Berlaku, Wamen Komdigi Apresiasi Kesiapan Indosat
-
Rekomendasi HP Snapdragon 8s Gen 4 Terbaik, Performa Flagship Harga Terjangkau
-
Rincian Update Game Ragnarok Origin Classic, Ada Job hingga Server Baru
-
Jelang Galaxy Unpacked, Samsung Beberkan Masa Depan AI yang Lebih Personal dan Aman
-
Indonesia Siapkan Strategi Geopolitik Digital, Chip dan Mineral Kritis Jadi Andalan
-
Shopee - Meta, Kreator Instagram Kini Bisa Dapat Komisi dari Reels dan Feed Lewat Program Afiliasi
-
Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?
-
6 Fitur Wajib HP Kelas Menengah untuk Gaming, Lancar Tanpa Lag
-
Quantum Accelerator Pertama di Singapura Resmi Diluncurkan, Startup Indonesia Masuk Daftar