Suara.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau warga selalu mematuhi peta kawasan rawan bencana (KRB) gunung api mengingat saat ini sudah memasuki musim hujan yang berpotensi banjir lahar hujan.
"Kami mengimbau warga mematuhi peta KRB. Ketika musim hujan ada potensi lahar yang biasanya digambarkan dengan warna kuning pada peta," kata Koordinator Gunung Api PVMBG Oktory Prambada dalam pernyataan yang dikutip di Jakarta, Rabu (12/10/2022).
Melalui peta tersebut, PVMBG telah memuat bahaya lahar gunung api aktif di Indonesia sehingga agar pedoman bagi masyarakat dan pengembangan wilayah untuk mengurangi dampak kerusakan akibat lahar yang pada umumnya terjadi ketika curah hujan tinggi di sekitar gunung api.
Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar pada lembah-lembah sungai yang sudah tergambar pada peta KRB gunung api, karena lahar dapat terjadi ketika erupsi sudah berhenti atau bahkan tidak ada erupsi sebelumnya.
Menurutnya, mematuhi peta KRB dan membatasi aktivitas di lembah-lembah sungai yang airnya berhulu di puncak gunung api yang sedang fase erupsi merupakan langkah bijak dalam memitigasi bahaya lahar tersebut.
"Mitigasi bukan hanya tanggung jawab kementerian maupun lembaga terkait, tetapi juga lebih penting memitigasi diri sendiri terhadap bahaya tersebut yang sudah dituangkan dalam peta KRB dan informasi lain terkait aktivitas gunung api dari PVMBG," ujar Oktory.
PVMBG mencatat ada empat gunung api di Indonesia yang saat ini berstatus level III atau siaga, yaitu Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, Gunung Anak Krakatau di Lampung, Gunung Merapi di Yogyakarta dan Jawa Tengah, serta Gunung Semeru di Jawa Timur.
Ia mengungkapkan dari keempat gunung api berstatus siaga itu hanya Gunung Merapi dan Semeru yang berpotensi besar terjadi banjir lahar hujan karena empat faktor utama pembentukan lahar ada di kedua gunung api tersebut.
"Gunung Merapi dan Semeru saat ini memiliki curah hujan tinggi di sekitar gunung apinya dan penumpukan materialnya juga intens terjadi," katanya.
Baca Juga: Bahaya! PVMBG Sebut Pergeseran Tanah Bojongkoneng Berpotensi Jebloskan Bangunan ke Dalam Tanah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan puncak musim hujan di sebagian wilayah Indonesia terjadi pada Desember 2022 hingga Januari 2023.
Dari total 699 zona musim (ZOM) di Indonesia, BMKG mengatakan 175 ZOM (25,03 persen) akan memasuki musim hujan pada Oktober 2022 meliputi wilayah sebagian Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Sebanyak 128 ZOM (18,31 persen) akan memasuki musim hujan pada November 2022 yang meliputi Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Tag
Berita Terkait
-
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi! Radius 5 KM Wajib Steril
-
Bertaruh Nyawa di Arus Lahar Semeru, Aksi Heroik Polisi Lumajang Gendong Siswa SD Demi Bisa Sekolah
-
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 600 Meter
-
Banjir Lahar Hujan Semeru Kepung Permukiman, Ratusan Warga Terisolasi
-
Bencana Lahar Hujan Semeru, 300 KK Terisolasi dan Akses Jalan Terputus
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung