Suara.com - Sejumlah media asing ramai-ramai menyoroti penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam pelaksanaan Pemilu 2024 dan Pilpres 2024.
Salah satu pasangan calon (paslon) yang menggunakan AI dalam kampanye adalah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang merupakan capres-cawapres nomor urut 02.
Reuters, media asal Inggris melaporkan kalau Prabowo-Gibran berkampanye dengan AI generatif alias teknologi lanjutan dari AI. Versi kartun Prabowo-Gibran olahan AI ini dikampanyekan secara langsung lewat baliho atau kaus, hingga online lewat video TikTok.
Reuters menyebut kalau AI ini berperan besar dalam citra Prabowo di kampanye 2014 dan 2019 sebelumnya. Kini dia dicitrakan sebagai gemoy alias gemas, berbeda dengan dulu yang begitu nasionalis dan berapi-api.
Media itu mengungkapkan kalau Prabowo menggunakan teknologi AI dari perusahaan Amerika Serikat, Midjourney Inc. Tim capres nomor urut 02 ini memanfaatkan AI generatif untuk membuat karya seni kampanye, melacak sentimen media sosial, membangun chatbot interaktif, hingga menargetkan pemilih.
Selain Midjourney, Prabowo juga disebut menggunakan alat dari OpenAI, sebuah perusahaan yang memiliki produk chatbot ChatGPT.
OpenAI sendiri mengaku kalau pihaknya masih menyelidiki chatbot maupun alat lainnya yang digunakan untuk kampanye politik. Namun hasil tinjauan awal menyatakan tidak ada bukti alat mereka digunakan dalam Pemilu.
Selain itu, relawan paslon 02 ini juga meluncurkan platform AI generatif bernama PrabowoGibran.ai pada bulan Desember. Ini dirilis untuk membantu 15.000 relawan pasukan siber melacak sentimen online dan membagikan karya seni yang dihasilkan AI di media sosial.
"Para pendukung dapat menggunakan aplikasi kampanye Prabowo untuk memasukkan diri mereka ke dalam adegan yang dihasilkan AI, seperti perjalanan di hutan bersama politisi yang mengenakan pakaian safari, yang kemudian dibagikan di media sosial," kata Reuters, dikutip dari NBC News, Senin (12/2/2024).
Baca Juga: Temui Aa Gym saat Masa Tenang Pilpres, Anies Baswedan Dapat Doa Begini
Selain Prabowo, capres lain yang menggunakan AI dalam kampanye adalah Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar selaku paslon nomor urut 01. Mereka meluncurkan chatbot WhatsApp bertenaga OpenAI untuk menjawab berbagai pertanyaan tentang kebijakannya.
Capres-cawapres nomor urut 03, Ganjar Pranowo pun ikut terjun menggunakan AI. Tim kampanye Ganjar telah menerapkan dasbor yang menggunakan teknologi OpenAI dan menelusuri data online untuk memprediksi pokok pembicaraan dan memberikan peringatan media sosial secara real-time mengenai kandidat tersebut.
Soeharto bangkit lagi lewat AI
Selain Reuters, TechTimes yang merupakan media asing asal Amerika Serikat juga menyorot penggunaan AI di Pilpres 2024 Indonesia. Mereka membahas soal kebangkitan mantan Presiden RI kedua, Soeharto, berkat bantuan AI.
Diketahui video AI Soeharto meminta masyarakat untuk memilih wakil dari Partai Golkar sekaligus menjabarkan kinerja presiden RI sebelumnya.
"Tujuan Golkar dalam membangkitkan kembali pemimpin yang telah lama meninggal beberapa minggu sebelum pemilu dilaporkan untuk mempengaruhi para pemilih agar memilih partai yang terkait dengan Soeharto," kata TechTimes.
Erwin Aksa selaku anggota Golkar yang mengunggah video itu menyatakan kalau perkembangan Indonesia yang luar biasa yang dilakukan Soeharto membuatnya sangat bangga. Menurutnya, Soeharto sangat sukses dan masyarakat patut menyadari hal ini dan berterima kasih atas kontribusinya.
Golkar sendiri mendukung Prabowo Subianto, calon presiden yang juga mantan menantu Suharto.
Berita Terkait
-
Temui Aa Gym saat Masa Tenang Pilpres, Anies Baswedan Dapat Doa Begini
-
Daripada Beristirahat, Anies Lebih Memilih Bertemu Pendukung di Masa Tenang
-
Ucapan Terima Kasih Anies ke Pendukungnya Usai Kampanye Berakhir
-
Masuk Masa Tenang, Ini Anjuran Anies untuk Pendukungnya
-
Kejutan Jelang Pilpres: Peluang Koalisi PDI-P dengan Sosok Kunci di Kubu Anies
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan