Suara.com - Microsoft dikabarkan mengurangi hingga menunda proyek pusat data di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu dirumorkan sedang mengatur ulang strategi pengembangan.
Tak hanya Indonesia, negara lain yang juga terdampak penundaan proyek data center Microsoft antara lain Inggris, Australia, hingga beberapa negara bagian di AS.
Menurut beberapa orang yang mengetahui masalah pusat data Microsoft, pembicaraan yang sedang berlangsung dan pembangunan yang direncanakan telah dihentikan sementara di North Dakota, Illinois, Wisconsin, wilayah tengah Inggris, hingga Jakarta, Indonesia.
Rumor ini muncul di tengah pertanyaan tentang apakah permintaan yang diharapkan untuk layanan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dapat mendukung kecepatan dan biaya perluasan pusat data global Microsoft.
Juru bicara Microsoft mengakui soal adanya perubahan strategi perusahaan. Namun dirinya menolak berkomentar lebih rinci soal proyek-proyek tertentu.
"Kami merencanakan kebutuhan kapasitas pusat data kami beberapa tahun sebelumnya untuk memastikan kami memiliki infrastruktur yang memadai di tempat yang tepat," kata juru bicara Microsoft, dikutip dari Tech Wire Asia, Selasa (7/4/2025).
"Seiring dengan terus tumbuhnya permintaan AI, dan keberadaan pusat data kami terus meluas, perubahan yang kami buat menunjukkan fleksibilitas strategi kami," lanjut dia.
Beberapa rencana pusat data Microsoft yang ditangguhkan mencakup sebuah lokasi dekat Chicago, hingga usulan sewa dekat Cambridge di Inggris untuk fasilitas penyimpanan perangkat keras (hardware) Nvidia.
Microsoft juga telah menghentikan proyek pekerjaan data center di Mount Pleasant, Wisconsin, yang mana pembangunannya telah menelan biaya 262 juta Dolar AS (sekitar Rp 4,4 triliun), menurut dokumen yang ditinjau Bloomberg.
Baca Juga: Penampakan Konsol Genggam Xbox Misterius Beredar, Bukan Project Kennan?
Di Jakarta, sebagian kampus pusat data telah ditangguhkan. Di tempat lain, Microsoft telah menarik diri dari proposal untuk mengakuisisi lebih banyak kapasitas dari perusahaan infrastruktur cloud CoreWeave.
CEO CoreWeave Michael Intrator mengkonfirmasi keputusan tersebut, tetapi tidak menyebutkan lokasi mana yang terpengaruh.
Dalam kasus lain, negosiasi justru melambat alih-alih berhenti. Di sebuah server farm di North Dakota yang awalnya diperuntukkan bagi Microsoft, diskusi terhenti hingga klausul eksklusivitas berakhir.
Applied Digital selaku operator pusat data, disebutkan telah menemukan penyewa lain dan mengamankan pendanaan untuk melanjutkan pengembangan data center Microsoft.
Lalu di lokasi Docklands yang dimiliki Ada Infrastructure di London, Microsoft tengah dalam pembicaraan untuk menyewa kapasitas 210 megawatt, tetapi menunda komitmennya.
Lokasi tersebut kini tengah diperlihatkan kepada calon penyewa lain, menurut narasumber yang mengetahui masalah tersebut.
Berita Terkait
-
Penampakan Konsol Genggam Xbox Misterius Beredar, Bukan Project Kennan?
-
Waspada Serangan Phising di Mudik Lebaran, Ini Modus dan Cara Hindarinya
-
Menteri Komdigi Buka Suara Soal Korupsi PDNS, Siap Bongkar Data ke Penegak Hukum
-
DPR Apresiasi Langkah Strategis Telkom Perkuat Ekosistem Data Center Indonesia
-
Komdigi Siap Buka-bukaan Data di Kasus Korupsi PDNS
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Terpopuler: PS6 akan Dirilis, Rekomendasi HP RAM 8 GB Harga 2 Jutaan
-
Peluncuran PS6 Diklaim Masih Sesuai Jadwal, Harga Kemungkinan Lebih Mahal
-
5 Rekomendasi HP RAM 8 GB di Bawah Rp2 Juta yang Awet untuk Jangka Panjang
-
5 HP Samsung Rp 2 Jutaan RAM 8GB, Cocok untuk Gaming dan Multitasking
-
Daftar Harga MacBook Air dan MacBook Pro Terbaru Maret 2026
-
Spesifikasi Samsung Galaxy A37 5G: Usung Exynos 1480, Android 16, dan Fitur AI
-
Penjualan Melambat, Produksi Konsol Nintendo Switch 2 Dipangkas
-
Skor AnTuTu Samsung Galaxy A57 5G Terungkap: Pakai Chip Exynos Anyar, Performa Kencang
-
9 HP Murah Spek Gaming 2026: RAM 8GB, Memori Besar, Anti Ngelag Mulai Rp1 Jutaan
-
Honor 600 Versi Global Muncul di Geekbench, Andalkan Snapdragon 7 Gen 4