Microsoft sendiri menyatakan tetap berkomitmen pada proyek-proyek utama yang mencakup fasilitas senilai 3,3 miliar Dolar AS (sekitar Rp 55,7 triliun) di Wisconsin hingga peluncuran kawasan cloud Indonesia Central pada pertengahan tahun 2025.
Raksasa teknologi AS itu menegaskan bakal menghabiskan sekitar 80 miliar Dolar AS (sekitar Rp 1.352 triliun) untuk pembangunan pusat data pada tahun fiskal saat ini.
Namun mereka mengisyaratkan adanya peralihan pada tahun fiskal berikutnya ke arah melengkapi lokasi yang sudah ada ketimbang membangun pusat data baru.
Jika Microsoft sedang mengevaluasi ulang, perusahaan lain justru terus maju dengan infrastruktur berskala besar. OpenAI, Oracle, dan SoftBank misalnya, telah mengumumkan usaha patungan Stargate yang bertujuan untuk berinvestasi hingga 500 miliar Dolar AS (sekitar Rp 8.454 triliun) untuk infrastruktur AI di AS.
Tahap pertama Stargate mencakup penerapan senilai 100 miliar Dolar AS (Rp 1.690 triliun) di Texas, yang dimaksudkan untuk mendukung pengembangan AI berskala besar.
Persaingan pusat data para perusahaan ini pun menarik perhatian para investor dan analis. TD Cowen melaporkan bahwa Microsoft telah meninggalkan proyek yang berjumlah dua gigawatt kapasitas listrik di seluruh AS dan Eropa.
Perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa hal ini mungkin menunjukkan ketidaksesuaian antara permintaan yang diharapkan dan kapasitas Microsoft yang ada. Analis juga berspekulasi bahwa OpenAI mungkin mengalihkan beban kerja dari Microsoft ke Oracle.
Perubahan dalam strategi infrastruktur kemungkinan juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Perusahaan AI China, DeepSeek mengklaim dapat menghadirkan kinerja AI yang kompetitif dengan menggunakan lebih sedikit sumber daya.
Dari sana, muncul kemungkinan bahwa sistem AI di masa mendatang mungkin memerlukan daya komputasi yang lebih sedikit daripada yang direncanakan sebelumnya.
Baca Juga: Penampakan Konsol Genggam Xbox Misterius Beredar, Bukan Project Kennan?
Di saat yang sama, penyesuaian Microsoft mungkin mencerminkan kendala eksternal. Di kota-kota seperti Dublin dan Amsterdam, pertumbuhan pusat data telah dipenuhi dengan regulasi yang lebih ketat karena kekhawatiran atas konsumsi listrik dan keberlanjutan lingkungan.
Dublin telah membatasi koneksi jaringan baru untuk pusat data. Sementara Amsterdam sebelumnya menghentikan semua pembangunan baru untuk mengatasi tekanan pada sumber daya lokal.
Berita Terkait
-
Penampakan Konsol Genggam Xbox Misterius Beredar, Bukan Project Kennan?
-
Waspada Serangan Phising di Mudik Lebaran, Ini Modus dan Cara Hindarinya
-
Menteri Komdigi Buka Suara Soal Korupsi PDNS, Siap Bongkar Data ke Penegak Hukum
-
DPR Apresiasi Langkah Strategis Telkom Perkuat Ekosistem Data Center Indonesia
-
Komdigi Siap Buka-bukaan Data di Kasus Korupsi PDNS
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu