- Komdigi memulihkan komunikasi Aceh pascabencana dengan Nezar Patria meninjau Pidie Jaya dan menyalurkan Starlink.
- Gangguan utama BTS di Aceh disebabkan padamnya listrik, target 90 persen operasi kembali pekan ini.
- Starlink dan genset didistribusikan ke titik krusial seperti Bireuen dan wilayah terisolasi Bener Meriah.
Sebagai solusi cepat, Komdigi menyalurkan bantuan Starlink dan genset ke sejumlah titik krusial.
Di Pidie Jaya, Nezar menyerahkan satu unit Starlink dan genset kepada bupati setempat untuk mendukung komunikasi di posko bencana.
Di Bireuen, bantuan kembali diserahkan:
• 1 unit Starlink dan genset untuk Pemkab Bireuen
• 2 unit Starlink dan 1 genset untuk Dandim Bireuen, yang akan diteruskan ke wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara
“Kami titipkan ke Danrem untuk membantu komunikasi di Lokop, Aceh Timur. Di sana ada lima desa yang hilang tersapu banjir, dan alat komunikasi sangat dibutuhkan,” kata Nezar.
Tak berhenti di situ, Nezar juga menuju Kecamatan Juli, di jembatan penghubung menuju Bener Meriah yang terputus parah hingga menyebabkan wilayah tersebut terisolasi.
“Jembatan kokoh ini terputus separuh, sehingga Bener Meriah terisolir. Kita serahkan satu unit Starlink kepada relawan TIK agar warga tetap bisa berkomunikasi,” jelasnya.
Menariknya, bantuan tersebut bahkan harus diseberangkan dengan keranjang melalui kabel darurat yang dibuat warga.
Baca Juga: Profil dan Jumlah Harta Elon Musk: Orang Terkaya yang Gratiskan Internet saat Sumatra Banjir
“Starlink dan genset kita kirim lewat keranjang di atas kabel itu. Semoga ini bisa membantu komunikasi warga di masa tanggap darurat,” tambah Nezar.
Fokus Pulihkan Konektivitas Digital Warga
Langkah cepat Komdigi melalui distribusi Starlink dan percepatan pemulihan BTS menjadi bukti bahwa konektivitas digital kini menjadi kebutuhan utama dalam penanganan bencana.
Internet bukan hanya untuk komunikasi, tetapi juga untuk distribusi bantuan, koordinasi relawan, hingga akses informasi darurat bagi warga terdampak.
Pemerintah memastikan pemulihan jaringan akan terus dipercepat hingga komunikasi di seluruh wilayah Aceh kembali normal.
Berita Terkait
-
Setahun Starlink di Indonesia, Kecepatan Internet Malah Makin Lelet
-
Komdigi Ungkap Depo Judi Online Tembus Rp 17 Triliun di Semester 1 2025
-
Indosat dan Komdigi Perkuat Registrasi eSIM dengan Teknologi Biometrik
-
MyRepublic Menang Lelang Frekuensi 1.4 GHz, Ini Daftar Wilayah Kebagian Internet Murah
-
Komdigi Denda Elon Musk Rp 78 Juta Gara-gara Konten Pornografi di X
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
58 Kode Redeem FF Hari Ini 20 Januari 2026, Cek Jadwal Rilis Bundle Sukuna dan Fitur Mic Terbaru
-
30 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari 2026, Bocoran UTOTY Mbappe dan Maldini 111
-
Acer Indonesia Kumpulkan 3 Ton e-Waste dan Lanjutkan dengan Penanaman 2.000 Pohon
-
51 Kode Redeem FF Terbaru 20 Januari 2026, Ada Gojo Ascension dan Kacamata Nanami
-
Anti Ngelag dan Tahan Seharian, Oppo Siapkan A6t Series Jadi Andalan Anak Muda
-
Lenovo Perluas Yoga dan IdeaPad Berbasis AI di CES 2026
-
5 HP Oppo Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta: Hasil Jepretan Oke, Baterai Awet
-
28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari 2026, Klaim 10 Ribu Gems dan Pemain TOTY Gratis
-
5 Alasan Xiaomi 15T Series Jadi Smartphone Favorit Fotografer Profesional
-
Poster Resmi Redmi Turbo 5 Max Beredar, Jadi HP Flagship POCO di Pasar Global?