Tekno / Game
Selasa, 07 April 2026 | 14:34 WIB
Ilustrasi IGRS. (IGRS.id)
Baca 10 detik
  • Gamer emosi akibat sistem IGRS Komdigi memblokir game populer di Steam.

  • Kris Antoni meminta publik mengkritisi kebijakan IGRS, bukan menyerang personel teknis.

  • Terdapat inkonsistensi rating antara data Komdigi dan klasifikasi resmi dari Steam.

Suara.com - Indonesia Game Rating System (IGRS) sempat membuat gamer emosi mengingat beberapa judul populer justru terkena blokir di Steam. Setelah Steam mencopot IGRS, pelaku industri meminta agar masyarakat tetap mengawal serta mengkritisi kebijakan IGRS Komdigi.

Sebagai pengingat, IGRS trending di X pada 5-6 April 2026 dengan lebih dari 10 ribu cuitan.

Tak hanya itu, forum gamer di Facebook dan Instagram juga heboh dengan topik IGRS.

Usai memicu keributan, Valve akhirnya mengaktifkan kembali rating PEGI serta mencopot IGRS.

Meski kehebohan agak mereka, tidak sedikit netizen dan gamer yang menyerang akun diduga buzzer.

Mereka turut mengulik influencer serta staf Komdigi yang dianggap membela IGRS.

Rating usia IGRS. [ist]

Pelaku industri game sekaligus founder Toge Productions, Kris Antoni meminta netizen agar tetap mengawal serta mengkritik kebijakan IGRS Komdigi.

Sosok senior pada industri game Tanah Air tersebut meminta agar netizen tak menyerang orang-orang teknis IGRS mengingat kebijakan tak sepenuhnya di tangan mereka.

"Teman-teman, saya hanya ingin mengingatkan. Mari fokus kritisi konteks kebijakan (IGRS Komdigi), jangan pribadi personilnya. Kasihan orang-orang teknis IGRS yang ditugaskan, karena tidak sepenuhnya direction itu di tangan mereka. Jangan serang-serang personil apalagi sampai ngulik pribadi orang ya," cuit Kris Antoni melalui akun X pada Senin (06/04/2026).

Baca Juga: Kemkomdigi Sebut Rating IGRS di Steam Tidak Resmi dan Berpotensi Melanggar Hukum di Indonesia

Beberapa netizen menyetujui pendapat tersebut mengingat kebijakan IGRS sebenarnya bermaksud 'baik' meski implementasi pertama amburadul.

Di sisi lain, sebagian netizen tetap menghujat Komdigi karena sistem IGRS justru membuat beberapa game populer terkena blokir.

Kehebohan IGRS

IGRS trending di X. (ist)

Terdapat dua informasi berbeda terkait siapa yang bertanggung jawab terkait filter IGRS di Steam.

Melalui akun X, staf di Kementerian Komdigi, Rudi Valinka (@kurawa) menuduh Steam yang dinilai melanggar aturan hukum di Indonesia dengan mencantumkan informasi yang belum tervalidasi.

"1. Rating yg publik lihat sekarang bukan rating resmi dari Komdigi 2. Steam telah melakukan rating palsu yang meresahkan publik 3. Steam ditenggarai melanggar aturan hukum di Indonesia 4. Komdigi akan lakukan evaluasi segera. terima kasih atas inputnya," tulis Rudi Valinka.

Load More