-
Gamer emosi akibat sistem IGRS Komdigi memblokir game populer di Steam.
-
Kris Antoni meminta publik mengkritisi kebijakan IGRS, bukan menyerang personel teknis.
-
Terdapat inkonsistensi rating antara data Komdigi dan klasifikasi resmi dari Steam.
Berbeda 180 derajat, Steam justru menjelaskan bahwa salah satu penilaian dikeluarkan langsung oleh Komdigi.
"Klasifikasi Resmi: Penilaian yang dikeluarkan langsung oleh Kemkomdigi melalui proses pendaftaran di IGRS. Penilaian Mandiri Steam: Penilaian yang diterbitkan oleh Valve berdasarkan hasil survei kuesioner konten yang diisi oleh pihak pengembang, ulasan dari tim internal Valve, serta masukan dari komunitas pemain," bunyi keterangan Steam.
Sebelum ini, netizen melayangkan kritik pedas karena adanya ketimpangan klasifikasi, di mana game dengan konten dewasa justru diberi label usia dini (3+).
Sebaliknya, sejumlah judul populer dan pemenang penghargaan seperti GTA 5, The Witcher 3, hingga Cyberpunk 2077 masuk kategori Not Fit For Distribution.
Itu memicu pemblokiran distribusi game secara fisik maupun digital di Indonesia.
Kritik publik semakin memanas setelah para pelaku industri dan pengguna menyoroti inkonsistensi sistem yang dianggap hanya berdasarkan checklist kaku tanpa memahami konteks konten.
Beberapa judul seperti Civilization VI dan Plants vs Zombies justru mendapat rating 18+, sementara game dengan unsur kekerasan eksplisit mendapat rating rendah.
Fenomena ini membuat efektivitas IGRS dipertanyakan. Setelah Steam memakai PEGI (Pan European Game Information), gelombang 'emosi' gamer sekarang mereda meski mereka kini diharapkan tetap mengawal kebijakan IGRS Komdigi.
Baca Juga: Kemkomdigi Sebut Rating IGRS di Steam Tidak Resmi dan Berpotensi Melanggar Hukum di Indonesia
Berita Terkait
-
Kemkomdigi Sebut Rating IGRS di Steam Tidak Resmi dan Berpotensi Melanggar Hukum di Indonesia
-
51 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 April: Klaim Pemain Champions 115-117 dan Telur Biru
-
Konami Rilis Game Baru Pekan Ini, Langsung Dapat Ulasan Positif
-
Terpopuler: Mengenal Sampah Antariksa, IGRS di Steam Tuai Polemik
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Bedah Spesifikasi Vivo T5, HP Rp 3 Jutaan dengan Baterai Raksasa 7.200 mAh
-
Microsoft PHK 4.800 Karyawan, Xbox Paling Terdampak
-
4 HP Murah Terbaru Spek Oke Mulai Rp1 Jutaan, Ada yang Mirip iPhone 17 Pro
-
Transaksi Digital Makin Mudah, OVO Ingatkan Bahaya Pengeluaran Kecil yang Diam-Diam Menguras Gaji
-
Water Heater Listrik Low Watt Makin Diminati, Ini Teknologi Hemat Listrik dan Fitur Keamanan Penting
-
Indosat Tancap Gas Bangun AI Indonesia, Vikram Sinha Lanjut Pimpin Transformasi hingga 2031
-
Xiaomi Siapkan Kejutan di IFA 2026, Investasi AI Rp151 Triliun Perkuat Ekspansi ke Eropa
-
Tren Belanja Cepat Makin Mengubah Gaya Hidup Digital Masyarakat
-
Daftar HP OPPO Harga Rp1-2 Jutaan per Juli 2026, Ada yang Support NFC
-
Panduan Membersihkan Layar TV Led yang Benar, Jangan Pakai Sembarang Kain