-
Iran dan Amerika Serikat sepakati gencatan senjata selama dua minggu.
-
Donald Trump sebut proposal sepuluh poin Iran jadi dasar perdamaian.
-
Harga minyak dunia anjlok 15 persen usai pengumuman gencatan senjata.
Suara.com - Pernyataan resmi Iran dan Amerika Serikat tentang gencatan senjata viral di media sosial. Tak hanya itu, Trump turut trending setelah pernyataannya memicu kelegaan sejumlah pihak.
Pantauan melalui Trends24.in, dua topik memimpin dalam trending global dengan lebih dari 1 juta cuitan.
Dua pembahasan yang trending topik global adalah Iran dan Trump. Tak hanya itu, tagar #CeaseFire juga trending dengan 150 ribu cuitan.
Pernyataan gencatan senjata dari Iran dan Amerika Serikat sukses dibahas oleh jutaan netizen dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi, mereka bersedia melakukan gencatan senjata selama 2 minggu.
Syarat yang diajukan Iran adalah AS serta Israel menghentikan serangan terhadap mereka.
"Menanggapi permintaan persaudaraan PM Sharif dalam cuitannya, dan mempertimbangkan permintaan AS untuk negosiasi berdasarkan proposal 15 poinnya serta pengumuman oleh Presiden AS tentang penerimaan kerangka umum proposal 10 poin Iran sebagai dasar negosiasi, dengan ini saya menyatakan atas nama Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran: Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami yang Perkasa akan menghentikan operasi pertahanan mereka. Untuk jangka waktu dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," tulis Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi pada 7 April 2026.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut mengeluarkan pernyataan resmi bahwa gencatan senjata dua arah telah aktif.
Ia juga menyinggung terkait potensi perdamaian jangka panjang.
Baca Juga: Pakar HI UGM: Gencatan Senjata AS-Iran Buktikan Donald Trump 'Chicken Out'
"Saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah! Alasan untuk melakukan hal ini adalah karena kita telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, dan telah sangat jauh dalam kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah. Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu adalah dasar yang dapat diterapkan untuk bernegosiasi. Hampir semua berbagai poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi periode dua minggu memungkinkan kesepakatan tersebut untuk diselesaikan dan diwujudkan. Atas nama Amerika Serikat, sebagai Presiden, dan juga mewakili negara-negara Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan bagi saya bahwa masalah jangka panjang ini hampir terselesaikan," ungkap Donald Trump.
Kabar gencatan senjata membuat sejumlah indeks saham sejumlah negara merangkak naik. Tak berselang lama, harga minyak bumi atau Crude Oil WTI langsung turun 15 persen di angka 96,4 dolar AS.
Pernyataan gencatan senjata yang viral menuai beragam komentar dari netizen.
"Apakah kalian percaya Trump? Sebulan lalu dia bilang tidak ada negoisasi apa pun LOL," cuit @Sa**Es**d.
"Trump mengulur waktu karena dia menyadari dia tidak bisa mengubah rezim tanpa pasukan di lapangan dan sekarang dia tidak tahu bagaimana keluar dari kekacauan yang dia ciptakan," pendapat @Ke**nC**tley.
"Asyik IHSG terbang, semoga Trump nggak tantrum lagi," kata @ak**o**q.
"Ada kalanya gencatan senjata tidak menguntungkan kita, gencatan senjata ini untuk menahan teroris Amerika harus pergi, bukan berkumpul kembali di Timur Tengah," ungkap @eso**ri**ignal.
Berita Terkait
-
Donald Trump Murka ke CNN karena Beritakan Kemenangan Iran: Kalian Jahat
-
AS Menyerah Usai 40 Hari Perang, Iran Deklarasi Kemenangan: Tapi Tangan Kami Masih di Pelatuk!
-
Hidup Bak di 'Neraka', Warga Iran Minum Obat Penghilang Sakit Agar Bisa Tidur
-
Harga Minyak Dunia Nyungsep usai Trump Tunda Serang Iran, Bagaimana Nasib Harga BBM Hari Ini?
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Anker Kenalkan Soundcore Liberty 5 Pro Series, TWS Premium dengan Casing AMOLED
-
Xiaomi REDMI Watch 6 Resmi Meluncur di Indonesia, Smartwatch AMOLED 2.07 Inci dengan Baterai 24 Hari
-
Palo Alto Networks Luncurkan Idira, Platform Keamanan Identitas AI untuk Lawan Ancaman Siber Modern
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Ekonom Sebut Gojek dan Grab Bisa Bertahan Andalkan Ekosistem Digital
-
58 Kode Redeem FF Terbaru 23 Mei 2026: Klaim Skin Eclipse, Ada Hujan Diamond
-
Penjualan Kacamata Pintar Google Diprediksi Tembus 2 Juta, Tantang Dominasi Meta
-
iQOO 16 dan Vivo V80 Muncul di Database IMEI, Skor AnTuTu Tembus 5 Juta?
-
POCO X9 Pro Max Dirumorkan Bawa Baterai 12.000 mAh, Usung 'Spek Dewa'
-
Oppo Pad 6 Segera Rilis: Andalkan Chip Flagship Dimensity, Skor AnTuTu Tembus 3 Juta
-
Huawei Watch Fit 5 Series Mulai Tersedia, Punya Fitur Deteksi Risiko Diabetes Pertama di Smartwatch