- Pemerintah Iran mendeklarasikan kemenangan atas AS dan Israel pada 8 April 2026 setelah 40 hari konflik bersenjata berlangsung.
- Presiden AS menyetujui sepuluh tuntutan Iran, termasuk gencatan senjata, pencabutan sanksi, hingga penarikan penuh pasukan dari kawasan tersebut.
- Negosiasi lanjutan untuk mematangkan kesepakatan damai dijadwalkan akan dilaksanakan di Islamabad, Pakistan, mulai tanggal 10 Juni 2026 mendatang.
Suara.com - Pemerintah Republik Islam Iran resmi mendeklarasikan kemenangan serta "kekalahan bersejarah dan telak" bagi agresor Amerika Serikat dan Israel, Rabu (8/4/2026).
Deklarasi kemenangan itu dinyatakan setelah Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan menyatakan tidak jadi "memusnahkan peradaban Iran" semalam, dan justru mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan, serta menerima 10 tuntutan Iran sebagai dasarnya.
Otoritas Teheran mengatakan, Trump terpaksa menyetujui 10 poin proposal Iran yang mencakup gencatan senjata permanen, pencabutan seluruh sanksi, hingga penarikan penuh pasukan tempur AS dari wilayah tersebut.
Dikutip dari Press TV, dalam pernyataan resmi yang ditujukan kepada "bangsa Iran yang mulia, besar, dan heroik," Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan pihak musuh tidak memiliki pilihan lain selain menyerah.
Lembaga keamanan tertinggi tersebut menyatakan, musuh kini melihat "tidak ada jalan ke depan selain tunduk pada kehendak bangsa besar Iran dan Poros Perlawanan yang terhormat."
Pengumuman kemenangan ini bertepatan dengan hari ke-40 sejak apa yang disebut Teheran sebagai agresi AS-Israel.
AS dan Israel memulai agresi itu pada 28 Februari lalu, pasca-pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan sejumlah komandan tinggi lainnya.
10 Poin Tuntutan yang Disetujui AS
Menurut dokumen yang dirilis otoritas keamanan Iran, AS telah berkomitmen pada 10 poin krusial yang secara fundamental mengubah peta geopolitik di Timur Tengah.
Baca Juga: Pakar HI UGM: Gencatan Senjata AS-Iran Buktikan Donald Trump 'Chicken Out'
Poin-poin tersebut meliputi komitmen untuk tidak melakukan agresi baru terhadap Iran, pengakuan atas kontrol penuh Iran di Selat Hormuz, serta penerimaan hak pengayaan nuklir.
Berikut 10 tuntutan Iran yang selengkapnya:
- Tidak ada agresi baru terhadap Iran
- Kontrol Iran yang berkelanjutan atas Selat Hormuz
- Penerimaan hak Iran atas pengayaan uranium
- Pencabutan semua sanksi utama
- Pencabutan semua sanksi sekunder
- Pengakhiran semua resolusi Dewan Keamanan PBB
- Pengakhiran semua resolusi Dewan Gubernur
- Pembayaran kompensasi perang kepada Iran
- Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan tersebut
- Penghentian perang di semua front, termasuk melawan Perlawanan Islam Lebanon yang heroik
"Iran telah mencapai kemenangan besar dan telah memaksa kriminal AS untuk menerima proposal 10 poinnya sendiri," bunyi pernyataan tersebut.
Pihak Teheran menggambarkan 40 hari terakhir sebagai salah satu "pertempuran gabungan terberat dalam sejarah," di mana Iran bersama sekutunya di Lebanon, Irak, Yaman, serta Palestina berhasil memberikan pukulan yang "tidak akan pernah dilupakan oleh memori sejarah dunia."
Pihak keamanan Iran bahkan mengklaim telah hampir sepenuhnya menghancurkan mesin militer AS di kawasan tersebut.
"Iran dan Poros Perlawanan hampir sepenuhnya menghancurkan mesin militer AS di kawasan ini. Kami telah memberikan pukulan telak dan mendalam pada infrastruktur luas, dan kemampuan yang telah dibangun dan ditempatkan musuh di sekitar kawasan selama bertahun-tahun untuk perang melawan Iran ini," tegas dewan tersebut.
Berita Terkait
-
Pakar HI UGM: Gencatan Senjata AS-Iran Buktikan Donald Trump 'Chicken Out'
-
Hidup Bak di 'Neraka', Warga Iran Minum Obat Penghilang Sakit Agar Bisa Tidur
-
Apa Itu Ghost Murmur? Teknologi Baru yang Digunakan CIA untuk Temukan Pilot AS di Iran
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Khawatir dengan Ucapan Trump, PBB: Seluruh Dunia Mungkin Terdampak Konsekuensinya
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Di Antara Pelarian, Prasangka, dan Cinta dalam Novel Honor Bound
-
Mas Botok Pati di DPR: Kami Tak Suka Anarkis, Datang ke Jakarta Tuntut RUU Perampasan Aset Disahkan!
-
Polisi Telusuri Aliran Dana Bisnis Benih Lobster Ilegal di Garut, 3 Orang Jadi Tersangka
-
Poin Penting Instruksi Tegas Prabowo Tangani Karhutla Kalbar, 1.500 Personel TNI Dikerahkan
-
Kaspersky Blokir 250 Ribu Serangan Ransomware di Asia Pasifik, AI Bikin Ancaman Makin Adaptif
-
Bukan Cuma Tempat Barang Kuno, Ini Wajah Baru Museum NTB yang Siap Mendunia
-
6 Cara Pakai Essence agar Menyerap Maksimal untuk Kulit Wajah, Makin Glowing dan Kenyal
-
5 Mesin Cuci 2 Tabung yang Hemat Listrik dan Murah untuk Rumah Tangga, Harga Rp1 Jutaan
-
Dadah-dadah Prabowo dengan Latar Asap Kebakaran Kalimantan, Publik: What Next Mr Presiden
-
Mauro Zijlstra Terdepak dari Skuad Persija, Arema FC Jadi Kesempatan Kedua