-
Periset Indonesia diduga memalsukan data riset AI di konferensi internasional Kopenhagen.
-
Oknum memanipulasi identitas dan mencatut lembaga fiktif demi mendapat Travel Grant.
-
Abstrak riset fiktif lolos karena panitia menggunakan sistem Blind Review.
Suara.com - Sebuah utas mengenai kejanggalan karya ilmiah viral di media sosial. Sejumlah orang Indonesia diduga memalsukan riset di konferensi internasional sehingga menuai hujatan publik.
Kehebohan bermula dari postingan akun Threads milik Ida Bagus Mandhara Brasika @mandharabrasika.
"Merusak nama Indonesia di mata dunia. Skandal pemalsuan di konferensi internasional. Beberapa orang Indonesia ketahuan melakukan pemalsuan terorganisir di depan ribuan ilmuwan dunia. Hal ini terungkap di konferensi ilmiah ISPPD 2026, sebuah konferensi ilmiah bergengsi untuk ahli Pneumonia diseluruh dunia yang tahun ini diadakan di Kopenhagen, Denmark," tulis @mandharabrasika.
Para periset yang tertuduh yaitu Prihatini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti.
Postingan @mandharabrasika diunggah ulang oleh akun Ardianto Satriawan (@ardisatriawan) sehingga viral di X.
Unggahan viral setelah memperoleh 7.300 Retweet dan ratusan komentar dari netizen.
Skandal ini bukan sekadar masalah akademis biasa, melainkan sebuah aksi manipulasi identitas yang terorganisir.
Dalam unggahannya, Mandhara menyebutkan bahwa pelaku melakukan pemalsuan identitas selama presentasi berlangsung
Modusnya tergolong berani sekaligus janggal. Oknum tersebut diduga berganti-ganti nama identitas hanya dengan bermodalkan perubahan jilbab dan nametag agar terlihat sebagai orang yang berbeda di hadapan ribuan ilmuwan internasional.
Baca Juga: Viral Santriwati Ngaku Hamil Tanpa Hubungan Intim, Logika Publik Berontak
Kecurigaan semakin menguat ketika materi penelitian yang dipresentasikan mulai dibedah.
Data riset yang mencakup lokasi dari Peruvian Andes hingga dataran tinggi Ethiopia tersebut diduga kuat merupakan hasil fabrikasi total.
"Datanya palsu di-generate AI, gambar dan tulisan juga," ungkap Mandhara.
Keanehan lain muncul karena riset global tersebut tidak melibatkan kolaborator lokal maupun izin etik yang jelas, namun semua perisetnya tercatat berasal dari Indonesia.
Bahkan, lembaga yang dicatut seperti AI-BioMedicine Research Group terdeteksi sebagai institusi fiktif.
"Lokasi riset tidak masuk akal: Peruvian Andes, dataran tinggi Ethiopia, dataran tinggi Guatemala, Lebanon, Jordan, Bangladesh, South Sudan, Philippines, Kenya, Nepal, Malawi, India utara. Tapi perisetnya semua Indonesia, tanpa kolaborator setempat, tanpa keterangan persetujuan etik. Bahkan afiliasinya: Al-BioMedicine Research Group, IMCDS-BioMed Research Foundation, Jakarta, Indonesia tidak ditemukan," tulis Mandhara.
Berita Terkait
-
Mas Bahlil Ganteng itu Siapa? Viral Lagu MBG di TikTok
-
Riset ITB Ungkap Dampak Konektivitas Digital ke Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM
-
Bikin Heboh! Rombongan Orang Berselawat dan Main Rebana di dalam MRT Jadi Omongan
-
Viral Bocah Hafal Lagu MBG 'Mas Bahlil Ganteng', Dikira Buah Beneran: Buahlil Itu Stroberi Yah?
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Rincian Update Game Ragnarok Origin Classic, Ada Job hingga Server Baru
-
Jelang Galaxy Unpacked, Samsung Beberkan Masa Depan AI yang Lebih Personal dan Aman
-
Indonesia Siapkan Strategi Geopolitik Digital, Chip dan Mineral Kritis Jadi Andalan
-
Shopee - Meta, Kreator Instagram Kini Bisa Dapat Komisi dari Reels dan Feed Lewat Program Afiliasi
-
Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?
-
6 Fitur Wajib HP Kelas Menengah untuk Gaming, Lancar Tanpa Lag
-
Quantum Accelerator Pertama di Singapura Resmi Diluncurkan, Startup Indonesia Masuk Daftar
-
8 HP Murah dengan Kamera Terbaik untuk Fotografi Ringan 2026, Hasil Jernih
-
Spill Rahasia Konten Estetik Tanpa Ribet, Cukup Pakai OPPO Reno16 Series
-
Perbandingan Spesifikasi Infinix Hot 70 vs Tecno Spark 50, Duel HP Murahh Baterai Jumbo