-
Periset Indonesia diduga memalsukan data riset AI di konferensi internasional Kopenhagen.
-
Oknum memanipulasi identitas dan mencatut lembaga fiktif demi mendapat Travel Grant.
-
Abstrak riset fiktif lolos karena panitia menggunakan sistem Blind Review.
Motif di balik aksi nekat ini diduga kuat adalah demi mendapatkan Travel Grant.
Itu adalah bantuan biaya perjalanan ke luar negeri yang diberikan oleh penyelenggara konferensi kepada peneliti yang abstrak penelitiannya terpilih.
Publik turut penasaran mengapa abstrak penelitian terduga pelaku bisa lolos di konferensi bergengsi.
Akun @ardisatriawan berpendapat bahwa panitia hanya memilih abstrak dengan metode Blind Review.
"Kenapa bisa lolos? Saya highlight 3 alasan. Karena yang disubmit buat diseleksi itu HANYA ABSTRAK. Ya paling 200-300 kata aja. Bukan riset keseluruhannya. Karena BLIND REVIEW. Jadi reviewer Gak tau siapa yang nulis abstrak ini. Semuanya. Tidak ada nama-nama dan instansi. Niatnya biar OBJEKTIF. Dan mereka juga asumsi peniliti yang submit itu semuanya punya INTEGRITAS. Tapi juga jadi loophole ternyata. Ya karena paper tim ini abstraknya WAH banget, datanya dari mancanegara dan pakai metode terbaru yang WAH. Jadi terlihat outstanding dibanding abstrak lain," cuit @ardisatriawan.
Postingan viral mengenai orang Indonesia yang diduga memalsukan riset menuai beragam komentar.
"Ini mah mimpiku pas demam. Jalan-jalan keluar negeri sambil dianggap pintar," tulis @re**p**rlily.
"Kalau terbukti bener-bener keterlaluan. Bayangkan gimana efeknya sama periset lain yang jujur pasti bakalan dicurigai," pendapat @b**an_o*dal.
"Bukan konferensinya yang abal. Blind review memang by design gak bisa cek identitas — niatnya objektif. Yang dieksploitasi justru celah kepercayaan itu," tambah @g**i*ya.
Baca Juga: Viral Santriwati Ngaku Hamil Tanpa Hubungan Intim, Logika Publik Berontak
Berita Terkait
-
Mas Bahlil Ganteng itu Siapa? Viral Lagu MBG di TikTok
-
Riset ITB Ungkap Dampak Konektivitas Digital ke Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM
-
Bikin Heboh! Rombongan Orang Berselawat dan Main Rebana di dalam MRT Jadi Omongan
-
Viral Bocah Hafal Lagu MBG 'Mas Bahlil Ganteng', Dikira Buah Beneran: Buahlil Itu Stroberi Yah?
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Siapa Orang Indonesia yang Diduga Palsukan Riset di Denmark? Begini Klarifikasinya
-
Rincian Fitur Oppo Enco Air 5s, TWS Ringan dengan ANC Tahan Lama
-
Usung Baterai Jumbo dan Layar 3.000 Nits, Honor Watch 6 Plus Tahan 35 Hari
-
4 HP 2 Layar Lipat Tercanggih 2026, Kamera 200MP dengan Performa Flagship!
-
Monitor Gaming Xiaomi G25i Rilis di Pasar Global, Dukung Refresh Rate 240 Hz
-
Cara Atur Screen Time pada HP Android: Panduan Lengkap demi Hidup Lebih Seimbang
-
20 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 26 Mei 2026: Momen Hoki, Sikat Jutaan Koin dan Rank Up
-
Kombinasikan Pemasaran, Hogwarts Legacy 2 Diprediksi Rilis Bersama Serial Baru HBO
-
Poster Xiaomi 17T Muncul di Toko Online, Fitur Kamera Premium Terungkap
-
38 Kode Redeem FF Terbaru 26 Mei 2026: Jangan Salah Pilih, Ada SG2 Trouble Maker