- Fenomena gaji numpang lewat dipicu oleh akumulasi transaksi kecil impulsif melalui dompet digital dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
- OVO dan Finansialku menyelenggarakan edukasi literasi keuangan pada Juli 2026 untuk mendorong pengelolaan anggaran yang lebih disiplin.
- OVO memperkuat sistem keamanan serta menyediakan layanan menabung guna membantu pengguna mengelola dana secara produktif dan aman.
Suara.com - Di balik kenyamanan transaksi tanpa uang tunai, muncul tantangan baru yang mulai dirasakan banyak masyarakat, yakni fenomena "gaji numpang lewat".
Pengeluaran kecil yang dilakukan berulang kali sering kali tidak terasa, tetapi mampu menghabiskan sebagian besar pendapatan bulanan tanpa disadari.
Fenomena tersebut menjadi perhatian seiring semakin masifnya penggunaan dompet digital dalam kehidupan sehari-hari.
Mulai dari membeli makanan, membayar transportasi, berbelanja kebutuhan rumah tangga hingga membayar tagihan, semuanya kini dapat dilakukan hanya dalam hitungan detik melalui ponsel.
Data OVO menunjukkan bahwa penggunaan pembayaran digital terus meningkat signifikan. Dalam lima tahun terakhir, total transaksi di platform tersebut tumbuh 77 persen dibandingkan 2021, dengan ratusan ribu pengguna aktif bertransaksi setiap hari.
Tak hanya jumlah transaksi yang meningkat, pola penggunaannya pun berubah. Jika pada 2021 sekitar 68 persen transaksi berasal dari merchant online, maka pada 2025 justru 69 persen transaksi dilakukan di merchant offline, didorong semakin luasnya adopsi QRIS di berbagai sektor usaha.
Kategori makanan dan minuman (F&B) menjadi penyumbang transaksi terbesar di merchant offline. Pada Mei 2026, sektor ini menyumbang sekitar 36,7 persen dari total transaksi OVO.
Menariknya, sebagian besar transaksi berasal dari pembelian bernilai kecil namun dilakukan secara rutin, seperti membeli kopi, jajanan, paket nasi ayam, es krim hingga camilan.
Tren tersebut menunjukkan bahwa pembayaran digital kini bukan lagi sekadar alat transaksi daring, melainkan telah menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat.
Baca Juga: Pengguna SeaBank Tembus 30 Juta, Perputaran Uang Capai Rp 6 T per Hari
Melihat perubahan perilaku tersebut, OVO bersama Finansialku menggelar OVOFinTalk bertema "Bijak di Era Cashless: Membangun Kebiasaan Finansial yang Lebih Cerdas dan Aman di Era Digital" sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Asep Haekal, Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank, mengatakan kemudahan transaksi digital harus diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan secara lebih disiplin.
"Transaksi non-tunai kini sudah menjadi bagian dari rutinitas harian finansial masyarakat. Karena itu, kemudahan transaksi perlu dibarengi dengan literasi finansial agar pengguna dapat lebih sadar terhadap pola pengeluaran mereka. Melalui OVOFinTalk bersama Finansialku, kami ingin mendorong pengguna agar dapat memanfaatkan layanan digital secara lebih bijak, aman, dan terencana," ujar Haekal.
Senada, Melvin Mumpuni, Certified Financial Planner (CFP) sekaligus Founder Finansialku, menilai gaya hidup cashless sebenarnya bukanlah masalah selama pengguna tetap memiliki kontrol terhadap pengeluarannya.
"Cashless lifestyle bisa sangat membantu jika digunakan dengan sadar. Yang penting, pengguna perlu rutin mengecek histori transaksi, membatasi budget harian, serta membedakan kebutuhan dan keinginan," kata Melvin dalam keterangan resminya, Selasa (7/7/2026).
Ia melihat, kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga pengeluaran tetap terkendali meskipun transaksi kini semakin mudah dilakukan,.
Berita Terkait
-
Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?
-
Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Titik Terendah dalam 6 Tahun
-
Mengerikan! BI Catat Defisit Transaksi Berjalan RI Melonjak Jadi Rp70 Triliun
-
Diskon Biaya Transaksi Bisnis hingga Rp500 Ribu! Simak Caranya di Sini
-
Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut
-
Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI
-
Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan
-
Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru
-
PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian
-
Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point
-
PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi
-
PB PI Jaksel Bangun Ekosistem Padel Lewat Unity Cup 2026