- Pengguna harus segera memutuskan internet, menghapus aplikasi asing, dan mereset ponsel saat terjadi penyadapan.
- Korban wajib mengganti kata sandi akun, mengaktifkan verifikasi dua langkah, serta mengeluarkan perangkat tidak dikenal.
- Setiap bukti digital perlu didokumentasikan agar korban bisa segera melapor kepada pihak kepolisian setempat.
Suara.com - Pernahkah kamu merasa HP bertingkah aneh, seperti baterai mendadak sangat boros atau ada aktivitas mencurigakan di media sosial? Waspadalah, itu bisa jadi tanda bahwa kamu mungkin telah menjadi korban penyadapan digital.
Di era serba digital seperti sekarang, kebocoran data dan peretasan perangkat bisa menimpa siapa saja. Lantas, apa yang harus dilakukan jika jadi korban penyadapan?
Jangan panik terlebih dahulu. Segera ambil kendali dan lakukan langkah-langkah darurat berikut untuk mengamankan data pribadi serta privasimu.
1. Ambil Tindakan Darurat pada Perangkat (HP)
Begitu Anda menyadari ada hal yang tidak beres pada perangkat HP Anda, segera putuskan akses penyadap ke ponsel Anda dengan langkah berikut:
Putuskan Koneksi Internet
Aktifkan Mode Pesawat (Airplane Mode) atau matikan koneksi Wi-Fi dan data seluler seketika. Langkah cepat ini berfungsi untuk menghentikan pengiriman data pribadi Anda oleh penyadap ke server luar.
Cek dan Matikan Pengalihan Panggilan (USSD)
- Tekan *#21# pada menu panggilan untuk memeriksa apakah panggilan telepon atau pesan SMS di ponselmu dialihkan ke nomor yang tidak dikenal.
- Tekan #002# untuk menghapus dan menonaktifkan seluruh bentuk pengalihan panggilan atau pesan yang mencurigakan secara otomatis.
Hapus Aplikasi Mencurigakan
Periksa daftar aplikasi terinstal secara teliti. Jika menemukan aplikasi asing, tidak dikenal, atau aplikasi VPN yang merasa tidak pernah kamu unduh, segera hapus (uninstall) dari perangkatmu.
Lakukan Pemindaian Keamanan
Gunakan aplikasi antivirus atau antimalware resmi dan terpercaya untuk memindai sistem perangkat dari ancaman spyware maupun perangkat lunak berbahaya lainnya.
Lakukan Factory Reset
Jika gangguan dirasa sudah sangat parah atau sistem operasi menunjukkan kejanggalan serius, lakukan cadangan (backup) pada data-data penting.
Setelah itu, lakukan opsi Factory Reset (Pengaturan Pabrik) untuk membersihkan seluruh isi ponsel dari program jahat.
2. Amankan Akun Digital dan Kata Sandi
Setelah mengamankan perangkat fisik, kini saatnya menyelamatkan akses ke seluruh akun digital Anda:
Ganti Kata Sandi Secepatnya
Ubah password semua akun krusial mulai dari email, media sosial, perbankan (m-banking), hingga e-commerce. Penting: Gunakan perangkat lain yang aman saat melakukan perubahan kata sandi ini.
Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (2FA)
Jangan lupa menyalakan fitur Two-Factor Authentication (2FA) di seluruh akun Anda untuk memberikan lapisan perlindungan ganda.
Keluarkan Perangkat Tidak Dikenal (Logout)
Buka pengaturan keamanan di WhatsApp, Google, atau media sosial lain. Cek daftar perangkat yang sedang login, lalu pilih Keluar dari Semua Perangkat (Logout from all devices) yang tidak Anda kenali.
3. Kumpulkan Bukti dan Laporkan Kejahatan
Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah mendokumentasikan kejadian dan melapor ke pihak berwenang:
Dokumentasikan Bukti Digital
Ambil tangkapan layar (screenshot) atau rekaman layar jika menemukan aktivitas ganjil, pesan asing yang terkirim sendiri, atau notifikasi keamanan yang aneh.