- Nuraini Farida dari Jawa Timur menjuarai Kompetisi Desain Batik 2026 yang diadakan ShopeePay dan SPayLater pada November 2026.
- Karya berjudul Batik Kalantara menggambarkan evolusi perdagangan dari pasar tradisional hingga era transaksi digital secara visual.
- Desain pemenang tersebut akan diproduksi oleh UMKM serta perajin lokal untuk dijadikan pakaian identitas perusahaan.
Suara.com - Perjalanan perdagangan Indonesia dari pasar tradisional hingga era transaksi digital menjadi inspirasi dalam pengembangan motif batik kontemporer.
Cerita perubahan tersebut dituangkan dalam Batik Kalantara, karya Nuraini Farida asal Jawa Timur yang terpilih sebagai juara pertama Kompetisi Desain Batik 2026 bertajuk 'Corak Cerita Nusantara'.
Melalui motif yang merepresentasikan perdagangan, kemakmuran, dan pertumbuhan, Batik Kalantara menggambarkan bagaimana aktivitas ekonomi masyarakat terus berkembang lintas generasi.
Pasar tradisional dan transaksi digital yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari menjadi bagian dari narasi yang diangkat dalam desain tersebut.
Batik Kalantara terpilih sebagai pemenang kompetisi yang diselenggarakan ShopeePay dan SPayLater. Nuraini berhak memperoleh hadiah Rp30 juta.
Desainnya juga akan diwujudkan melalui kolaborasi dengan UMKM dan perajin batik lokal untuk digunakan sebagai bagian dari identitas perusahaan.
Nuraini Farida mengatakan, ide Batik Kalantara berangkat dari pandangannya bahwa perdagangan selalu menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, meski cara bertransaksi terus berubah.
“Melalui Batik Kalantara, saya ingin menunjukkan bahwa perdagangan selalu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari pasar tradisional hingga transaksi modern. Saya bersyukur desain saya terpilih dan antusias melihatnya diwujudkan sebagai bagian dari apresiasi ShopeePay dan SPayLater terhadap budaya dan kreativitas Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resminya, Kamis (5/11/2026).
Dua Motif Lain Angkat Keragaman Budaya Nusantara
Selain Batik Kalantara, kompetisi yang diluncurkan pada Agustus 2026 tersebut juga memilih dua desain lain sebagai pemenang.
Juara kedua diraih Aisa Amaliya asal Malang, Jawa Timur, melalui desain 'Kinarya Nuswantara'. Karya yang memperoleh hadiah Rp7 juta ini memadukan ornamen tradisional dengan estetika batik kontemporer.
Motifnya mengangkat kreativitas, kolaborasi, serta kontribusi masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam menjaga warisan budaya.
Sementara itu, Anggitara Wibowo dari Tangerang, Banten, menempati posisi ketiga melalui desain 'Nadi Nusantara' dengan hadiah Rp5 juta.
Desain tersebut menggambarkan keterhubungan budaya Indonesia melalui kombinasi garis mengalir, elemen tumbuhan, dan pola geometris. Motifnya merepresentasikan hubungan antarmasyarakat, warisan budaya, serta semangat kemajuan di berbagai wilayah Nusantara.
Ketiga desain dipilih berdasarkan orisinalitas, kekuatan narasi budaya, daya tarik visual, serta fleksibilitas penerapan pada berbagai media. Penilaian dilakukan oleh karyawan ShopeePay dan SPayLater.