Suara.com - Indonesia berpotensi jadi negara penyuplai nikel terbesar, karena menyimpan mayoritas cadangan nikel dunia. Namun, aktivitas pertambangan nikel justru merugikan warga.
Petani cengkeh di Desa Wawonii, Konawe, Sulawesi Tenggara, menggelar protes karena lahan cengkeh mereka habis dibabat untuk kepentingan tambang. Mereka menyebut perusahaan masih bersengketa dengan warga, di sisi lain, ada sebagian warga yang sudah merelakan lahan mereka dibeli perusahaan.
"Saya sudah bercita-cita lahan cengkeh ini nanti untuk anak saya kuliah, sekarang hati saya hancur," kata Royani, warga Wawonii. Selain para petani cengkeh, nelayan di Pomalaa, Sulawesi Tenggara juga merasa dirugikan. Pesisir pantai tempat mereka mencari ikan kini tercemar. Warga pun kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Di atas sudah ditambang, di bawah laut penuh lumpur," ujar Asep Solihin, warga Pomalaa. "Jika orang tuanya saja sudah susah, bagaimana nanti anak-anak mereka, dengan kondisi alam yang sudah seperti ini?".
Berita Terkait
-
Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS
-
Lamborghini hingga Kapling Tanah Disita dalam Kasus Korupsi IUP Kalbar
-
Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin
-
Adendum AMDAL Baru Jadi Jalan Keluar Polemik Tambang DPM
-
Kelangkaan Elpiji 3 Kg Picu Inflasi di Sulawesi Tenggara
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan!
-
Dokter Tifa Ogah Damai dengan Jokowi di Sidang Kasus Ijazah, Tegas: Saya Akan Melakukan Perlawanan!
-
Prabowo Serukan Penegakan Hukum yang Adil, Tolak Balas Dendam Politik
-
DeepTalk: Kupas Tuntas Roadmap Jakarta Menuju Kota 500 Tahun
-
Bupati Purwakarta Minta Maaf Soal Lagu 'Lalaki Langit', Bantah Rendahkan Wanita
-
Mata Dunia Tertuju ke Iran, Pemakaman Ali Khamenei Dihadiri Perwakilan 30 Negara
-
KPK Berpeluang Panggil Menteri Kehutanan Imbas Pelepasan HTP Kuansing
-
Polri Bidik 1.500 Dapur MBG Rampung Akhir 2026, Siap Layani 3,5 Juta Penerima
-
Prabowo Sambut Kedatangan Presiden Belarusia di Istana
-
Jelajahi ARTJOG 2026, Awal Trilogi Baru "Ars Longa: Generatio"