Suara.com - Foto udara kondisi air berwarna cokelat keruh di Teluk Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (13/5/2026). Perubahan warna air tersebut berasal dari aliran kali Wanggu yang disertai lumpur saat banjir melanda wilayah itu sejak Sabtu (9/5).
Material lumpur yang terbawa arus banjir dari Kali Wanggu dinilai berpotensi memicu sedimentasi dan pendangkalan Teluk Kendari. Kondisi itu dikhawatirkan mengganggu ekosistem pesisir serta memperlambat aliran air menuju laut.
Banjir akibat luapan Kali Wanggu juga merendam ratusan rumah warga di sejumlah kawasan Kendari. Data sementara menyebut ribuan warga terdampak dan sebagian terpaksa mengungsi akibat tingginya debit air sejak akhir pekan lalu.
Sejumlah kajian menyebut Sungai Wanggu menjadi salah satu penyumbang sedimentasi terbesar ke Teluk Kendari akibat erosi dan kerusakan daerah aliran sungai. Pendangkalan teluk disebut terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. [ANTARA FOTO/Andry Denisah/agr]
Tag
Berita Terkait
-
Ratusan Warga Mengungsi Malam Hari Usai Terjebak Banjir di Kabupaten Agam
-
Purbaya Serahkan Becak Listrik di Yogyakarta buat Pariwisata Ramah Lingkungan
-
Inovasi Produk Water Based Rendah Emisi Ciptakan Kualitas Ramah Udara
-
Texas Banjir Besar Jelang Final Piala Dunia 2026, 2 Orang Tewas
-
Sikat Mafia Lingkungan dan Korporasi SDA, Bareskrim Fokus 'Follow The Money' dan Sita Aset
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat
-
Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki
-
Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada
-
Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen