Foto / News
Kamis, 14 Mei 2026 | 07:00 WIB
Foto udara kondisi air berwarna cokelat keruh di Teluk Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (13/5/2026). [ANTARA FOTO/Andry Denisah/agr]
Foto udara aliran kali Wanggu dengan kondisi air berwarna cokelat keruh memasuki Teluk Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (13/5/2026). [ANTARA FOTO/Andry Denisah/agr]
Foto udara kondisi air berwarna cokelat keruh di Teluk Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (13/5/2026). [ANTARA FOTO/Andry Denisah/agr]

Suara.com - Foto udara kondisi air berwarna cokelat keruh di Teluk Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (13/5/2026). Perubahan warna air tersebut berasal dari aliran kali Wanggu yang disertai lumpur saat banjir melanda wilayah itu sejak Sabtu (9/5).

Material lumpur yang terbawa arus banjir dari Kali Wanggu dinilai berpotensi memicu sedimentasi dan pendangkalan Teluk Kendari. Kondisi itu dikhawatirkan mengganggu ekosistem pesisir serta memperlambat aliran air menuju laut.

Banjir akibat luapan Kali Wanggu juga merendam ratusan rumah warga di sejumlah kawasan Kendari. Data sementara menyebut ribuan warga terdampak dan sebagian terpaksa mengungsi akibat tingginya debit air sejak akhir pekan lalu.

Sejumlah kajian menyebut Sungai Wanggu menjadi salah satu penyumbang sedimentasi terbesar ke Teluk Kendari akibat erosi dan kerusakan daerah aliran sungai. Pendangkalan teluk disebut terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. [ANTARA FOTO/Andry Denisah/agr]

Load More