Suara.com - Kerusuhan di Prancis terus berlanjut. Semakin banyak warga yang turun ke jalan. Mereka menuntut pemerintah melakukan introspeksi dan mengusut tentang kekerasan berbasis diskriminasi ras yang dilakukan oleh polisi. Di sisi lain, kepolisian membantah tudingan melakukan kekerasan berbasis diskriminasi ras.
Presiden Macron menggelar pertemuan pejabat tinggi pada Minggu (02/07) malam untuk mendiskusikan krisis yang terus berlanjut.
Sebagian berpendapat Macron harus mengumumkan keadaan darurat untuk meredam kerusuhan, sementara lainnya menyebut Macron harus menangani akar permasalahan yang menyebabkan terjadinya kerusuhan. Adapun, warga masih terus berunjuk rasa.
Para ibu di Aulnay-sous-Bois menuntut keadilan atas para korban kekerasan yang dllakukan oleh polisi. Sentimen yang sama diucapkan oleh keluarga Nahel, pemuda 17 tahun yang ditembak oleh polisi. "Kami tidak mengajak orang lain untuk membenci atau melakukan kerusuhan, kami hanya ingin keadilan. Kami ingin polisi yang menembak Nahel diberi hukuman setimpal," ujar keluarga Nahel.
Berita Terkait
-
UU Polri Baru Disahkan, tapi Reformasi Butuh Lebih dari Sekadar Pasal
-
Hattrick Kontra Irlandia Utara, Didier Deschamps Harap Michael Olise Menggila di Piala Dunia 2026
-
Skandal Prancis Jelang Piala Dunia 2026: Nama Mbappe Diduga Dijual ke Rumah Judi
-
10 Pertandingan Fase Grup Piala Dunia 2026 yang Wajib Ditonton: dari Brasil, Prancis, hingga Jepang
-
H-3 Kick Off Piala Dunia 2026: Ousmane Dembele Kritik Pedas Kylian Mbappe
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Luhut Menghadap Prabowo, Respons Kenaikan Suku Bunga BI Curi Perhatian
-
Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana, Benarkah Calon Menkeu Baru?
-
Korupsi Haji, Bos Maktour Blak-blakan Pernah Temui Yaqut Minta Kuota Haji Khusus
-
Rekonstruksi Kasus Day Care Little Aresha Jogja, Orangtua Emosi Maki-maki Para Pelaku
-
Kabar MBG Bakal Libatkan Kantin Sekolah, Istana: Sedang Dikaji Pimpinan BGN yang Baru
-
Detik-detik Prabowo Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN dan Said Iqbal sebagai Penasihat Presiden
-
Detik-detik Persija Kenalkan Shin Tae-yong Sebagai Pelatih Baru
-
Purbaya Tertawakan Kabar Dirinya Mundur dari Jabatan Menteri Keuangan
-
Acha Septriasa Bahas Yellow Flag yang Sering Dianggap Sepele di Pernikahan
-
Jawaban Slank Dibilang Kembali ke 'Setelan Pabrik' Usai Rilis Lagu Republik Fufufafa