Suara.com - Kerusuhan di Prancis terus berlanjut. Semakin banyak warga yang turun ke jalan. Mereka menuntut pemerintah melakukan introspeksi dan mengusut tentang kekerasan berbasis diskriminasi ras yang dilakukan oleh polisi. Di sisi lain, kepolisian membantah tudingan melakukan kekerasan berbasis diskriminasi ras.
Presiden Macron menggelar pertemuan pejabat tinggi pada Minggu (02/07) malam untuk mendiskusikan krisis yang terus berlanjut.
Sebagian berpendapat Macron harus mengumumkan keadaan darurat untuk meredam kerusuhan, sementara lainnya menyebut Macron harus menangani akar permasalahan yang menyebabkan terjadinya kerusuhan. Adapun, warga masih terus berunjuk rasa.
Para ibu di Aulnay-sous-Bois menuntut keadilan atas para korban kekerasan yang dllakukan oleh polisi. Sentimen yang sama diucapkan oleh keluarga Nahel, pemuda 17 tahun yang ditembak oleh polisi. "Kami tidak mengajak orang lain untuk membenci atau melakukan kerusuhan, kami hanya ingin keadilan. Kami ingin polisi yang menembak Nahel diberi hukuman setimpal," ujar keluarga Nahel.
Berita Terkait
-
5 Fakta Kasus Nama Dewi Perssik Dicatut Akun Centang Biru, Diduga Raup Untung Besar
-
'Urat Malu Putus?' Viral Pria Diduga TNI Cekcok dengan Polisi Gegara Terobos Lampu Merah
-
Bak Langit dan Bumi, Ini Perbedaan Gaji Tamtama Polisi Vietnam vs Indonesia
-
Hasil Liga Prancis: Tim Calvin Verdonk Bantai Lens, Lyon Ditahan Angers
-
Kisah Aipda Vicky Pengusut Kasus Korupsi: Mundur Usai Dimutasi Mendadak, Kini Bahagia Jualan Kopi
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Bahlil Pastikan Stok LPG Aman di Atas 10 Hari
-
Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar: Ongkos Haji Akan Tetap Turun
-
Disebut Danai Ijazah Palsu Jokowi, Jusuf Kalla Laporkan Pencemaran Nama Baik
-
Ridwan Kamil Tak Kunjung Dipanggil Lagi, KPK Masih Dalami Dokumen
-
Turki Kecam Israel yang Rusak Semua Upaya Akhiri Konflik Timteng
-
Fakta- fakta Penyebab Harga Plastik Melonjak Drastis
-
Sebut APBN Masih Kuat, Purbaya Janji Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
-
Begini Pernyataan Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo" yang Bikin Geger
-
Viral Kereta Whoosh Berhenti di Kopo Bandung Gegara Ada Seng Nyangkut
-
Desta Turun Gunung Jadi Host, Rupanya Atas Arahan dari Ahmad Dhani