Suara.com - Partai Golkar disebut bisa menjadi kendaraan politik paling memungkinkan bagi Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) beserta keluarganya, setelah mereka tidak lagi dianggap sebagai kader oleh PDIP.
Jokowi beserta anak dan menantunya dinilai memang perlu segera lakukan keberpihakan politik untuk 'melindungi' diri mereka sendiri dalam kontestasi kekuasaan.
"Kalau PDIP sudah semakin kencang melakukan serangan terbuka kepada Jokowi, maka yang bisa dilakukan Jokowi dan keluarganya harus cepat mengambil langkah untuk menentukan kemana mereka berlabuh. Per hari ini yang tampaknya sudah cukup clear salah satunya Partai Golkar," kata pengamat politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam saat ditemui Suara.com, di kampus Universitas Paramadina, Jakarta, Kamis (5/12/2024).
Golkar dinilainya menjadi yang paling mungkin untuk menerima Jokowi sekeluarga karena partai tersebut yang selama ini mendapatkan 'bantuan' dari Presiden RI ke-7 itu.
Umam menyebutkan kalau Partai Golkar nampaknya mendapatkan 'dukungan' politik serta logistik selama proses kontestasi pemilu kemarin.
VO/Video Editor: Vio/Rafi
Berita Terkait
-
Kronologi Nama Jokowi Masuk Epstein Files, Apa Artinya?
-
Anak Adies Kadir jadi PAW di DPR, Bahlil Jelaskan Alasannya
-
Roy Suryo Cs Desak Polda Metro Bongkar Bukti Ijazah Palsu Jokowi, Kombes Budi: Dibuka di Persidangan
-
Roy Suryo Ungkap Banyak Broker di Kasus Ijazah Jokowi, Ada Uang Haram di Balik Tawaran Damai?
-
Jokowi Solid Dukung Prabowo 2 Periode, Gibran Dinilai Lebih Matang untuk Maju Pilpres 2034
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
Terkini
-
Epstein Files Singgung Simulasi Pandemi Sebelum COVID-19, Nama Bill Gates Terseret
-
Mensesneg Bantah Isu Reshuffle, Pengamat Soroti Potensi Penyingkiran Loyalis Jokowi
-
Perundingan Tarif RI-AS Rampung, Airlangga Sebut Dokumen Tunggu Tanda Tangan Prabowo
-
Penggunaan Whip Pink Makin Menggila, Legislator PKS Soroti Ketegasan BNN
-
Taklimat Presiden Prabowo: Eks BUMN Siap-Siap Dipanggil Kejaksaan Agung
-
Eyang Meri Titipkan Pesan Terakhir pada Kapolri, Tekankan Peran Polisi sebagai Pelindung Warga
-
Ungkapan Duka Ahok atas Berpulangnya Eyang Meri: Wariskan Semangat Berani Tegakkan Kebenaran
-
Pigai Sebut Anggaran Bansos Kemenham Belum Ada, Akui Gunakan Dana Pribadi
-
FPI Khawatirkan dan Pertanyakan Iuran Board of Peace
-
LIVE: Profesionalisme Penegakan Hukum dan Pengaruh Bagi Iklim Usaha I Round Table Discussion