Suara.com - Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan kesiapan penuh untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera.
Namun, Dubes UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, menegaskan bahwa pengiriman bantuan tersebut masih menunggu keputusan resmi dan permintaan dari Pemerintah Indonesia.
UEA memahami bahwa Indonesia belum menetapkan bencana ini sebagai keadaan darurat nasional. Tawaran bantuan internasional ini muncul di tengah sikap Pemerintah Indonesia yang hingga kini masih menangani bencana secara mandiri.
Sikap pemerintah yang menolak bantuan internasional dihadapkan pada realitas lapangan yang kian mencekam.
Korban meninggal dunia di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bertambah, dengan total mencapai 900 orang lebih sejauh ini. Sementara korban hilang tercatat masih 300 orang lebih.
Di tengah lonjakan angka ini, kekhawatiran serius diungkapkan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem.
Ia menyampaikan bahwa banyak warganya di daerah terisolir berpotensi meninggal dunia bukan karena banjir, melainkan karena kelaparan akibat terhambatnya distribusi logistik.
Berita Terkait
-
Aceh Dorong Ekosistem Kreatif Lewat Pengaktifan Kembali Lewat AMANAH, Apa Itu?
-
Generasi Muda Jadi Kunci, Aceh Dorong Peran Kreatif dalam Pembangunan
-
Kemnaker Salurkan Rp32,25 Miliar untuk Percepat Pemulihan Ekonomi di Sumut dan Aceh
-
Napoleon dari Tanah Rencong: Saat Sejarah Aceh Menjadi Nyata dalam Novel Akmal Nasery Basral
-
Tepis Isu Menyerah, Kaposwil Safrizal Jelaskan Lagi Progres Pembersihan Pasca-Banjir Aceh
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Eks Bos Google Buka Suara di Sidang Nadiem: Investasi GoTo Tak Terkait Kemendikbudristek
-
Ustaz Khalid Basalamah Ngaku Sudah Kembalikan Rp8,4 M ke KPK, Klaim Jadi Korban Kasus Haji
-
Awal Mula Noel Minta Ducati Rp600 Juta, Fakta Baru Sidang Kasus Kemnaker
-
Tok! Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara Kasus Peredaran Narkoba dalam Rutan
-
Seskab Teddy: Sekolah Rakyat Bentuk Keprihatinan Prabowo
-
Presiden Prabowo Ingin Perbanyak Jumlah Konser K-Pop di Indonesia
-
Tiba-Tiba Setan, Poppy Sovia Bagikan Horornya 'Terjebak' di Hotel Tua
-
Bukan Sekadar Misi Biasa, Ada Cerita Menarik Dibalik Misi Artemis II Nasa!
-
Dituduh Monopoli 750 Proyek Dapur MBG, Uya Kuya Akhirnya Bongkar Fakta Sebenarnya
-
Diusir dari Ruangan, Donald Trump Ngamuk 2 Jam Usai Pilot AS Jatuh di Iran