Suara.com - Tiktoker asal Lampung, Bang Taun mendadak viral. Ini karena namanya terseret dugaan penipuan usai Bunda Dor Dor tak puas dengan bayaran selama bekerja di Jakarta.
Bunda Dor Dor, penyanyi yang mempopulerkan lagu 'Waktu Ku Kecil', protes ke Bang Taun, Tiktoker yang menemani selama di Jakarta. Ia protes karena hanya menerima Rp 15,5 juta dari hasil bekerja di Jakarta selama dua hari.
Bang Taun kemudian menggelar konferensi pers di Jakarta untuk meluruskan masalah. Di salah satu pernyataan klarifikasi, ia menyebutkan, Bunda Dor Dor mendapatkan Rp 36,7 juta.
Lantas, siapa sebenarnya sosok bang Taun? Berikut wawancara tim Suara.com bersama YouTuber bernama asli Rizal Ruguk Adiphaty.
Banyak orang nggak tahu terutama di Jakarta, siapa sih bang Taun ini?
Saya itu orang Lampung yang awalnya suka komedi, lucu-lucuan. Terus ke media sosial dengan membawa logat Lampung.
Saya bukan stand up comedy, tapi konten kreator aja yang pakai logat Lampung. Karena kalau pakai bahasa Lampung, orang-orang banyak yang nggak paham.
Contohnya Medan, orang tau ini logat Medan. Maka saya mencoba Lampung.
Sejak kapan mulai terjun ke media sosial?
Baca Juga: Perjalanan Karier Gisellma Firmansyah, Aktris yang Juga Kuliah Jurusan Hukum
Dari 2020, ya belum lama sih. Mulai tuh pas 2022 mulai terkenal dan ramai yang nonton.
Sebelum Bima (Tiktoker Lampung yang dikenal dengan gaya kritik pemerintah) keluar, kami sudah menggunakan media sosial untuk mengkritik jalanan.
Seperti apa contohnya?
Waktu itu kami mandi lumpur bersama adik saya. Berujung, Bima masuk, viral lah dengan omongan dia yang 'dakj**'.
Jalanan Lampung dibilang jelek, sehingga pak Presiden Jokowi datang. Kebetulan, beliau datang ke titik yang kami mandi lumpur itu.
Kita nggak hoaks (kalau jalanan itu rusak). Jalanan itu memang berlubang.
Punya nama asli Rizal Ruguk Adiphaty, kenapa sekarang menjadi Bang Taun?
Nama Taun itu artinya anak nakal yang sudah nggak tertolong. Ya ini (bahasa) Sumatera tau, Palembang juga tau.
Namanya di entertainment, kalau pakai nama asli agak susah. Jadi biar orang-orang juga bisa menghapal secara cepat.
Kalau bayaran endorse, berapa sih?
Saya pernah dibayar Rp 200 ribu. Nggak dibayar pun, pernah.
Apakah sekarang bayarannya mencapai puluhan juta rupiah?
Nggak sampai, jutaan aja paling.
Lima tahun berjalan dengan membawa nama Bang Taun. Seperti apa sih kehidupannya saat ini?
Alhamdulillah... Ya walaupun dibilang kayak orang gila di awal. Nggak apa-apa, prosesnya memang nggak gampang di awal.
Bersyukur saya dari yang bukan siapa-siapa, sekarang sudah ada di tahap ini. Makanya pas ada kasus tersebut, saya merasa dirugikan.
Dibilang ini saya mau pansos. Kalau mau, saya nggak sama Mak itu (Bunda Dor Dor). Saya ada Andika Kangen Band yang masih saudara saya.
Oh, bang Tahun saudaranya Andika Kangen Band?
Iya, masih sepupu. Kalau mau pansos, lebih enak sama dia yang (penyanyi) legend.
Punya sepupu Andika Kangen Band, pernah mencoba jadi penyanyi juga?
Ada, beberapa lagu dan sempat rekaman juga. Tapi bukan pakai nama Bang Taun, melainkan Paduka. Soalnya kalau pakai Bang Taun, stigmanya jadi komedi, lucu.
Berita Terkait
-
Bantah Menipu, Bang Taun Malah Rugi Rp 3,5 Juta saat Bantu Bunda Dor Dor di Jakarta
-
Bunda Dor Dor Diduga Bohong soal Honor Rp 15,5 Juta, Aslinya Kantongi Dua Kali Lipat
-
Perjalanan Karier Akting Carissa Perusset, Sempat Vakum dan Alih Profesi Jadi Sutradara
-
Protes Bunda Dor Dor Dor Soal Bayaran Tuai Sindiran: Ekspektasi Pajero, Dapatnya Tahu Bulat
-
Bunda Dor Dor Dor Nangis Cuma Kantongi Rp15,5 Juta setelah 2 Hari Manggung di Jakarta
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Anhar Sudrajat, Lihai Membaca Masa Depan Kunci Sukses Metland
-
Sekjen ATSI Merza Fachys: Operator Siap Laksanakan Registrasi SIM Biometrik, Tapi...
-
Strategi Anggya Kumala Jadikan Oreo Gerakan Kebaikan Bagi Keluarga Indonesia
-
Feri Amsari Bongkar Sisi Gelap Korupsi Politik: Kasus Bisa 'Diciptakan' Demi Jerat Lawan!
-
Kunardy Darma Lie, Ambisi Membawa KB Bank Jadi 10 Besar di Indonesia
-
Prodjo Sunarjanto: Peluang Besar Logistik, Mobil Listrik hingga Tantangan dari Gen Z
-
Rolas Sitinjak: Kriminalisasi Busuk dalam Kasus Tambang Ilegal PT Position, Polisi Pun Jadi Korban
-
Transformasi Sarana Menara Nusantara dari 'Raja Menara' Menuju Raksasa Infrastruktur Digital
-
Tatang Yuliono, Bangun Koperasi Merah Putih dengan Sistem Top Down
-
Reski Damayanti: Mengorkestrasi Aliansi dalam Perang Melawan Industri Scam