SuaraBandung.id - Dalam kasus polisi tembak polisi di rumah dinas Kadiv Propam Polri, akhirnya menyeret-nyeret nama Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
Di beberapa kesempatan saat jumpa pers lembaga yang terkait dalam pengungkapan kasus kematian Brigadir J ini, nama Jokowi selalu disebut. Ada apa?
Sebagai negara hukum dan berdaulat, polisi maupun semua lembaga negara harus bekerja sesuai undang-undang dan konstitusi. Namun, untuk kasus ini, sepertinya "ada sesuatu" hingga nama Jokowi sering disebut-sebut.
Untuk mengetahui seberapa besar "keterlibatan" Presiden Jokowi dalam kasus polisi tembak polisi, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengklaim, jika Presiden Jokowi yang tegas meminta kasus kematian Brigadir J diungkap.
Bahkan Komnas HAM mengadakan, penyelidikan atas kasus kematian Brigadir J adalah sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo, yakni mengungkapnya secara terang benderang.
Secara menyulur, dikatakan Ketua Komisioner Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, lembaganya bekerja dengan koordinasi langsung pada Istana Negara melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
Atas perintah Jokowi juga, dalam penyelidikan kematian Brigadir J, bukan hanya dilakukan Komnas HAM, namun juga Tim Khusus bentukan Polri.
Damanik mengatakan, kedua lembaga yang terlibat untuk mengungkap kasus ini, secara langsung berkoordinasi dengan Mahfud MD.
"Timsus punya metode, penyidik bisa punya metode nanti kami kroscek satu sama lain. Kami punya kerjasama kan, jadi saya bisa ketemu sama Timsus, sama penyidik, semua itu koordinasinya ke istana. Jadi jelas kan, apa arahan Bapak Presiden, Joko Widodo," kata Taufan kepada wartawan di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat seperti dikutip dari suara.com.
Baca Juga: TransJakarta Buka Rekrutmen 1.801 Petugas Layanan Operasi, Ini Persyaratan dan Cara Daftarnya
Dengan antusias Presiden Jokowi yang sangat besar, Taufan mengatakan setiap suatu hal terjadi dalam penyelidikan lembaganya, akan disampaikan ke Mahfud MD.
"Masing-masing punya cara sendiri, saya selalu ketemu dengan Pak Mahfud, koordinasi saya dengan Pak Mahfud. Jadi kalau ada apa-apa di sini, saya akan bilang ke Pak Mahfud, ini kan jelas arahan presiden harus dibuka seterang-terangnya," ujar Taufan.
Terkait perkembangan kasus kematian Brigadir J, kata dia, dalam proses penyelidikannya, sejumlah data dan keterangan telah dikantongi Komnas HAM.
Termasuk di dalamnya pemeriksaan Tim Siber dan Digital Forensik Polri, di mana diperoleh 20 rekaman kamera CCTV dari 27 titik.
Dalam rekaman kamera CCTV, satu di antaranya menunjukkan Putri istrinya Ferdy Sambo, Bharada E, Brigadir J beserta ajudan lain melakukan tes PCR bersama sesaat sebelum peristiwa penembakan.
Selain itu ada data yang menunjukkan keberadaan masing-masing pihak saat peristiwa penembakan yang menewaskan Brigadir J.
Berita Terkait
-
Progres Penanganan Kasus Brigadir J, Mahfud MD: Semua Masih "On The Track"
-
Istri Ferdy Sambo jadi Saksi Kunci, Komnas Perempuan: Kesehatan Mentalnya Penting untuk Berikan Keterangan
-
Tampilan Situs Kejari Garut Diretas Jadi Gambar Kasus Brigadir J
-
Viral Video Kenangan Brigadir J Beri Kejutan kepada Sang Adik, Publik Salfok ke Wajah Tampan Keduanya
-
Deretan Fakta Bansos Jokowi Dikubur: Klarifikasi JNE Hingga Temuan Kemensos
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
Berawal dari Nurani, Penyiksaan Balita di Little Aresha Terbongkar di Tangan Pengasuh Baru
-
Kata Pejabat Sekolah Negeri Itu Gratis? Tapi Fakta di Lapangan Berkata Lain
-
Fitur Strava Subscription Terbaru 2026: Cara Maksimalkan Latihan dengan Rute Pintar, Heatmap
-
5 Rekomendasi Unicycle Murah untuk Berangkat Kerja, Jarak Tempuh Mulai 20 Km
-
Tak Disangka, Penggalian Septic Tank Berujung Penemuan Batu Bara di Teras Rumah
-
Syuting Serial Virgin River Season 8 Resmi Dimulai, Ini Bocoran Ceritanya
-
Tercekik Harga BBM, Transjakarta Siap Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Berawal dari Ijazah Ditahan, Eks Karyawan Bongkar Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha
-
KPK Dorong Capres hingga Cakada Wajib dari Kader Parpol, Ini Alasan di Baliknya