/
Senin, 05 September 2022 | 12:53 WIB
Foto document Irma Hutabarat. Aktivis Irma Hutabaran protes seras pada Komnas Perempuan dan Komnas HAM yang menyebut ada perkosaan di Magelang bleh Brigadir J pada isrti Ferdy Sambo

SuaraBandung.id – Aktivis Srikandi Indonesia Bersatu, Irma Hutabarat bereaksi keras saat mendiang Brigadir J disebut diduga melakukan pemerkosaan pada istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
 
Irma lantas mempertanyakan tentang isi rekomendasi Komnas HAM dan Komnas Perempuan yang meminta Mabes Polri mendalami adanya dugaan kekerasan seksual yang dialami Putri Candrawathi.
 
Atas rekomendasi tersebut, Irma mempertanyakan atas bukti yang menyatakan jika Brigadir J melakukan dugaan tindak pemerkosaan.
 
“Proses di belakangnya itu (dugaan pemerkosaan). Kami ingin tahu, karena apakah ada bukti? Apakah pernah berbicara dengan Putri?” katanya dalam Apa Kabar Indonesia Malam di YouTube tvOne, Minggu (5/9/2022).
 
Tentang tuduhan mendiang Brigadir J melakukan tindak perkosaan, Irma semakin mempertanyakan legitimasi dari rekomendasi tersebut ketika memperoleh informasi dari Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik.
 
Irma juga mempertanyakan semua barang bukti, termasuk tindakan istri Ferdy Sambo yang mengganti ponsel milik ajudannya setelah Brigadir J tewas.
 
Dengan dasar itu, Irma menilai jika istri Ferdy Sambo bukanlah sosok korban kekerasan seksual.
 
Melihat dari awal kasus mencuat dengan adanya kebohongan baku tembak dan perkosaan di Duren Tiga, Irma menilai apa yang dituduhkan pada mendiang Brigadir J sangat berlebihan.
 
“Jadi saya pikir ini sudah kelewatan (tuduhan perkosaan dan rekomendasi dugaan pelecehan seksual)," kata Irma.
 
Irma juga menyinggung langkah polisi yang tidak menahan istri Ferdy Sambo. "Sudah dia (istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi) tidak ditahan yang itu menyinggung keadilan masyarakat," jelas Irma.
 
Dengan seperti itu, Irma menilai jika istri Ferdy Sambo malah diberikan kesempatan untuk berbohong kembali.
 
"Dia diberikan kesempatan berbohong untuk melakukan obstruction of justice dan rekayasa lain-lain,” katanya.
 
Tentang Komnas HAM dan Komnas Perempuan, kata Irma menyinggung jika sebelumnya sempat menegaskan tidak adanya pelecehan seksual yang terjadi.
 
“Saya tidak paham mereka (Komnas HAM dan Komnas Perempuan). Dari pertama sudah mengatakan obstruction of justice, memang Putri Sambo ini berbohong,” katanya.
 
Dia juga mengatakan, jika kebohongan di Duren Tiga menjadi tanda, jika istri Ferdy Sambo mencari-cari alasan.
 
“Makannya peristiwa (pengakuan perkosaan istri Ferdy Sambo) di Duren Tiga itu tidak ada,” katanya lagi. 
 
“Lalu beberapa saat kemudian, (istri Ferdy Sambo) memberikan rekomendasi yang bertolak belakang,” ujarnya.

Load More