/
Minggu, 11 September 2022 | 10:21 WIB
Ilustrasi wajah istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Brigadir J, Bripka RR, dan Kuat Ma'ruf. (Instagram @kadivpropam)

Untuk mendalami keterangan Susi, Komnas HAM juga turut memeriksanya terkait TKP Magelang.

“Tapi sosoknya (Susi) tidak disorot. Apa isi keterangannya tak terungkap," ucap Refly Harun.

Ilustrasi wajah istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Komnas HAM menduga jika istri Ferdy Sambo akut menembak Brigadir j. (sumber: pixabay/@kadivpropam)

Sementara itu, disadur dari YouTube UNCLE WIRA, Bripka Ricky Rizal memberikan keterangan bagaimana dirinya bertemu Brigadir J dan Putri Candrawathi di rumah Magelang.

Bripka RR memperkirakan jika pertemuan Brigadir J dan Putri Candrawathi di dalam kamar sekitar 15 menit.

Brigadir J dan Putri Candrawathi bertemu diduga setelah ada kejadian yang disebut Kuat Ma’ruf dan istri Ferdy Sambo adanya pelecehan.

Apa yang diungkap Bripka RR ini diceritakan pengacaranya, Erman Umar.

Saat itu Bharada E dan Bripka RR di SMA Taruna Nusantara pada 7 Juli 2022 lalu.

“Bertemu pamong putra Sambo di asrama SMA Taruna Nusantara," kata Erman Umar.

“Dia (Bripka Ricky Rizal) juga hendak akan bertemu pamong lainnya di alun-alun Magelang," kata Umar dikutip dari YouTube UNCLE WIRA, Rabu 7 September 2022.

Baca Juga: Hati-Hati! Ternyata Ada Sholat yang Mendatangkan Dosa Kata Gus Baha

Saa itu, Bharada E menerima telepon dari istri Ferdy Sambo, yang memerintahkan kedua ajudan segera pulang ke rumah.

Tiba di rumah Magelang Bripka RR dan Bharada E tidak melihat seorangpun lantai satu.

Kemudian keduanya naik ke lantai dua, lalu melihat Susi dalam kondisi  menangis.

Sementara itu, Bripka RR dan Bharada E memergoki Kuat Ma’ruf membawa pisau dalam keadaan panik dan tegang.

“Sedangkan Om Kuat (Kuat Ma’ruf) dalam kondisi tegang dan panik," kata Erman Umar.

Bripka RR lalu menanyakan apa yang terjadi di rumah kepada Om Kuat. 

Mendengar pertanyaan itu, Kuat Ma’ruf  menceritakan jika dirinya melihat Brigadir J ada di tangga, kemudian lari saat ditegur.

“Terus, saya (Om Kuat) memerintahkan Susi memeriksa kondisi Putri Candrawathi," katanya lagi.

Bripka RR mendengar pengakuan Kuat dan Susi jika Putri Candrawathi tergeletak di kamar mandi.

Setelah itu, Brigadir J datang sambil menangis, seperti  berupaya menjelaskan sesuatu pada Kuat Ma’ruf.

“Lalu Brigadir J datang kembali hendak mau jelasin ke Kuat. Tetapi Yosua (Brigadir J) menangis dan dihalangi Kuat dengan pisau," ujar Erman Umar.

Setelah mendengar itu, Bripka RR lalu mencoba masuk kamar melihat kondisi Putri Candrawathi atas permintaan Kuat.

“Bripka RR melihat Putri Candrawathi berbaring di dalam kamar lantai dua." ucapnya.

Load More