SuaraBandung.id - Riba merupakan perbuatan yang dilarang dalam Islam. Oleh karena itu perbuatan riba harus dihindari oleh umat Islam ketika melakukan transaksi.
Terkait hal itu, muncul pertanyaan di kalangan masyarakat tentang hukum membeli HP (Handphone) secara kredit. Membeli Hp secara kredit dikhawatirkan akan menjerumus kepada riba.
Hp yang merupakan alat untuk berkomunikasi itu dibutuhkan oleh hampir semua orang dewasa pada saat ini.
Buya Yahya pun menyampaikan cara jual beli yang tidak mengandung riba, khususnya dalam melakukan jual beli HP itu.
Menurut Buya Yahya, umat Islam bisa melakukan Murabahah, dilansir dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV, Rabu (17/11/2021).
"Ini masuk (dalam) bab Muorabahah. Maka, caranya (Murabahah) adalah Anda berikan uang tersebut kepada calon pembeli (terlebih dahulu) kalau Anda kenal dia." Buya Yahya mengatakan.
"Bilang padanya untuk beli hp sesukanya (dengan uang itu). Setelah hp didapat, setorkan (Hp) pada Anda. Anda terima hp tersebut. Setelah Anda terima hp tersebut, Anda jual lagi padanya. Jika harga hp 1 juta (semisal), maka Anda bisa jual 1,5 juta padanya yang (akan) dibayar secara kredit setahun. Jika demikian hukumnya (maka) sah." Buya Yahya menerangkan.
Buya Yahya pun menyampaikan contoh yang dilarang oleh agama yakni apabila orang yang ingin membeli hp tersebut diberi pinjaman uang 1 juta dan harus mengembalikan pinjaman itu sebesar 1,5 juta. Hal itu tidak diperbolehkan karena hukumnya termasuk riba.
Sebelumnya, Buya Yahya menjawab pertanyaan seorang jamaah tentang hukum menjual HP secara kredit. Apakah hal itu termasuk riba atau tidak. Buya Yahya pun menjawabnya dan memberikan solusi yaitu dengan Murabahah.
Baca Juga: Korban dalam Kasus Pemerkosaan, Buya Yahya: Dia Sedang Terdzolimi
Pengertian riba itu sendiri dijelaskan, apabila seseorang harus mengembalikan uang pinjaman dengan ditambah bunga yang ditetapkan berdasarkan presentase tertentu dari nilai pokok pinjaman itu maka hal tersebut disebut riba.
Buya Yahya mengatakan bahwa seseorang diperbolehkan untuk menjual HP miliknya secara kredit. Walau begitu, transaksi sebaiknya dilakukan secara syar'i demi kehalalan usaha.
Sebagai contoh, apabila Hp milik pribadi seharga 1 juta akan dijual secara kredit dengan jangka waktu 1 tahun sehingga harganya menjadi 1,2 juta maka transaksi itu sah karena itu adalah hp milik pribadi.
Apabila contohnya seperti pertanyaan jamaah yang hanya ingin meminjam uangnya saja untuk membeli HP di tempat lain dan uang tersebut nantinya dikembalikan secara kredit atau dilebihkan, maka harus menggunakan cara yang diperbolehkan.
"Maksudnya, dia (sebagai pemilik uang) ingin memberikan uang agar (digunakan) belanja hp, tapi dia tetap dapat keuntungan. Itu sah-sah saja." Buya Yahya menjelaskan.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Omzet Rp5 Juta ke Rp100 Juta Per Hari, Inilah Kisah Mitra AgenBRILink di Tulungagung
-
Bandara Husein Sastranegara Bandung Kembali Layani Pesawat Jet Komersial
-
Cara Sederhana Ibu Rayakan Kemerdekaan, Lomba Hias Tumpeng di Sekolah Anak
-
Padahal RI Bisa Kaya dari Perikanan, Sayangnya Dimaling Asing
-
Jelang Salat Jumat, Prabowo Goda PKS Minta Izin Lanjut Pidato 7 Menit
-
Jepang Mengamuk, Vladimir Putih Cuek Bebek Usai Kunjungan ke Pulau Sengketa
-
PDIP Berharap Tak Ditinggalkan dalam Pembahasan RUU Pemilu
-
Surya Paloh Soal Pidato Prabowo, Optimisme Harus Disertai Realisasi dan Public Trust
-
Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede Capai 5,8 Hektare, Pemadaman Masih Berlangsung
-
Satu Porsi Sehari Bukan Solusi: Logika MBG di Tengah Beban Makan Keluarga